Ekonomi

Shell Indonesia Diperkirakan Tutup SPBU, Pertamina Dominasi Pasar

×

Shell Indonesia Diperkirakan Tutup SPBU, Pertamina Dominasi Pasar

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) mengonfirmasi kabar yang beredar mengenai rencana Shell Indonesia untuk menutup seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) miliknya di Indonesia.

Isu ini mencuat seiring dengan semakin dominannya Pertamina dalam pasar distribusi BBM Tanah Air.

Ketua Komite Investasi Aspermigas, Moshe Rizal, mengungkapkan bahwa ia tidak terkejut dengan kabar tersebut, mengingat kuatnya pengaruh Pertamina dalam bisnis SPBU di Indonesia.

“Kami melihat jelas bahwa mayoritas SPBU di Indonesia dikelola oleh Pertamina, jadi tidak heran kalau Shell kesulitan bersaing di pasar ini,” ujar Moshe, Sabtu (23/11/2024).

Baca Juga  Kemendag Sebut Harga MinyaKita Tembus Rp17.058 Per Liter

Kisah Kemenangan dan Tantangan Shell di Indonesia

Dalam sejarahnya, Shell pernah berjaya di pasar jaringan ritel BBM Indonesia. Namun, keunggulan produk BBM yang ditawarkan Shell semakin tergerus oleh dominasi Pertamina yang lebih kompetitif.

Moshe juga menyebutkan bahwa dengan semakin tingginya kualitas layanan dan produk yang ditawarkan Pertamina, posisi Shell pun semakin tertekan.

“Pertamina semakin berkembang, baik dari segi kualitas maupun layanan, ditambah dengan hak eksklusif untuk menjual BBM subsidi, menjadikan mereka sulit untuk ditandingi,” jelas Moshe.

Shell Fokus pada SPKLU, Pertamina Menguasai Pasar

Kendati demikian, Shell Indonesia memiliki rencana untuk berinvestasi lebih besar pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Baca Juga  Ludes Terjual Dalam Hitungan Jam, Pemprov Sumbar Buka Jalan Pemasaran Baru Bagi Petani Muda

Perusahaan yang berbasis di Inggris tersebut bahkan telah menyatakan niatnya untuk menutup 1.000 SPBU hingga tahun 2025.

Moshe menjelaskan, meskipun Shell telah berupaya untuk mengimbangi kompetitor melalui diversifikasi, dominasi Pertamina, yang mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia, membuat persaingan menjadi semakin sulit.

“Shell mulai kehilangan keunggulan kompetitifnya, sedangkan Pertamina semakin kuat di pasar,” tambah Moshe.

Hingga saat ini, Liputan6.com telah menghubungi pihak Shell Indonesia untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, namun belum ada respons yang diterima. (*)