Berita

Program Makan Gratis, Prabowo: Jika Tidak Mendukung Silakan Keluar dari Pemerintahan!

×

Program Makan Gratis, Prabowo: Jika Tidak Mendukung Silakan Keluar dari Pemerintahan!

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa program makan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil merupakan kebijakan strategis yang harus mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota Kabinet Merah Putih.

Dalam rapat kabinet pertama di Istana Negara, Rabu (23/10/2024), Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa siapa pun di kabinet yang tidak mendukung program ini dipersilakan untuk keluar dari pemerintahan.

“Yang tidak mendukung hal ini silakan keluar dari pemerintah yang saya pimpin,” tegas Prabowo, seperti disiarkan oleh KompasTV dalam program Sapa Indonesia Malam.

Baca Juga  Laga Panas Zona Merah, Persik dan PSBS Sama-Sama Cari Jalan Kebangkitan

Prabowo menegaskan bahwa program makan bergizi ini merupakan prioritas utamanya.

Ia berkeyakinan penuh bahwa program tersebut akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

“Saya haqqul yaqin, saya pertaruhkan kepemimpinan saya. Bagi saya, makan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil ini adalah strategik,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Presiden Prabowo juga langsung menginstruksikan Badan Gizi Nasional dan kementerian terkait untuk segera menyusun langkah-langkah yang tepat guna merealisasikan program makan bergizi gratis.

Baca Juga  Subuh Mubarakah 2026, Sekda Sumbar Ajak ASN Perbaiki Niat Kerja

Meskipun ada keraguan dari beberapa pihak, Prabowo menegaskan bahwa program ini adalah realistis, meskipun memerlukan waktu yang tidak sebentar.

“Saya tidak katakan bahwa ini bisa selesai dalam 1 minggu, 2 minggu atau 3 bulan, tidak ada di antara kita yang punya tongkat Nabi Sulaiman,” katanya, seraya mengingatkan bahwa tantangan tersebut dapat diatasi dengan perhitungan yang matang dan alokasi sumber daya yang baik.

Dengan optimisme tinggi, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah bisa mengelola sumber daya yang ada untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. (*)