INGATLAH.COM – Seorang wanita yang bekerja sebagai LC (Lady Companion) di sebuah karaoke di Lubuklinggau mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh rekannya sesama LC.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 7 Juli 2024 sekitar pukul 04.30 WIB di kosan pelaku di Jalan Sejahtera, RT 02, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Sumatera Selatan.
Korban yang diketahui bernama RN mengalami luka pada dahi, bibir, dan punggung akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis pisau yang dilakukan oleh pelaku berinisial DW.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Indra Arya Yudha, melalui Kanit Pidkor, Ipda Dania Sumarto, menyatakan bahwa korban saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau.
“Korban mengalami luka pada dahi, bibir, dan punggung,” ungkap Kapolres melalui Kanit Pidkor. Pelaku DW berhasil diamankan beberapa jam kemudian sekitar pukul 07.00 WIB.
Menurut keterangan polisi, antara korban dan pelaku sebelumnya terlibat cekcok di tempat karaoke tempat mereka bekerja. Setelah cekcok tersebut, keduanya pulang ke rumah masing-masing.
Namun, korban yang merasa sakit hati kemudian mendatangi kosan pelaku, yang berujung pada penganiayaan.
“Hingga terjadi cekcok dan korban dibacok pelaku,” jelas Kapolres.
Menurut keterangan lebih lanjut, kejadian bermula ketika korban yang diduga merasa cemburu dan sakit hati mendatangi kosan pelaku bersama dua orang temannya.
Sesampainya di kosan pelaku, korban berteriak dan memaki-maki, hingga pelaku keluar dan terjadi cekcok fisik di depan kosan.
“Keributan antara korban dan pelaku sempat dilerai oleh kedua teman korban,” ungkap Ipda Dania Sumarto.
Namun, pelaku kemudian masuk ke dalam kosan untuk mengambil pisau dan membacok korban.
Setelah kejadian tersebut, korban dilarikan ke rumah sakit dan pelaku berhasil diamankan di kosannya sekitar pukul 07.00 WIB.
“Korban sudah sadar dan kami belum bisa memeriksa lebih lanjut karena korban masih kesakitan waktu dibungkukan badannya,” jelasnya.
Dugaan sementara menyatakan bahwa cekcok antara korban dan pelaku terjadi karena rebutan tamu di tempat karaoke mereka bekerja.
Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan rincian peristiwa tersebut. (*)





