INGATLAH.COM – Anggota DPR RI dari Sumatra Barat, Andre Rosiade, memberikan kabar baik terkait pembangunan flyover Sitinjau Lauik yang telah lama dinantikan.
Flyover yang akan menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok ini semakin dekat untuk direalisasikan.
Pada Senin (7/10/2024), Andre menyampaikan bahwa pembangunan hanya tinggal menunggu waktu setelah proses negosiasi penting selesai.
“Masyarakat Sumatra Barat yang saya cintai, saya Andre Rosiade, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra. Hari ini saya membawa kabar baik terkait flyover Sitinjau Lauik. Berita acara hasil negosiasi antara PT Hutama Karya dan Kementerian PUPR telah ditandatangani,” ujar Andre.
Menurut Andre, hasil ini adalah bukti dari kerja keras dan aksi nyata, bukan hanya rumor belaka.
Pada Senin (7/10), PT Hutama Karya ditetapkan sebagai pemenang untuk proyek KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) pembangunan flyover tersebut.
Hanya tinggal satu tahap lagi, yakni review dari BPKP, yang membutuhkan waktu 4-5 hari kerja sebelum kontrak resmi ditandatangani.
“Inilah hasil dari kerja nyata. Ini bukan sekadar kabar angin, tapi hasil kolaborasi dan usaha dari berbagai pihak yang memungkinkan proyek ini berjalan,” tambah Andre, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Gerindra MPR.
Andre Rosiade menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo serta beberapa menteri yang mendukung proyek ini, termasuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para pejabat terdahulu seperti mantan Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Dirjen Bina Marga saat ini Rahman Arif, serta mantan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Herry TZ.
Andre juga menyebut peran penting Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, yang mendukung penuh dan mempercepat proses administrasi terkait proyek tersebut.
Proyek ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi warga Sumatra Barat.
Tak hanya itu, Andre juga berjanji untuk terus mengawal pembangunan Jalan Air Dingin di Solok menuju Solok Selatan, yang lelangnya diharapkan bisa dilaksanakan pada Oktober atau November 2024.
“Kami akan terus bekerja keras demi memenuhi harapan masyarakat Sumbar. Terima kasih atas dukungan semua pihak, kami akan terus mengabdi untuk Sumbar,” tutup Andre.
Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek yang digagas melalui prakarsa badan usaha (unsolicited) dengan nilai investasi Rp 2,824 triliun.
Jalan ini akan memiliki panjang 2,781 KM dengan masa konsesi selama 12,5 tahun, dan menggunakan skema pengembalian investasi berupa Availability Payment (AP) dari pemerintah kepada badan usaha. (*)





