INGATLAH.COM – Dua bulan lebih berlalu, keberadaan narapidana kasus narkotika berinisial ISD yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru pada Juli 2026 masih menjadi misteri.
Hingga Senin (12/10/2026), ISD belum berhasil ditemukan.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) mengklaim upaya pencarian masih terus dilakukan dengan terus berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Riau.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Publik Ditjenpas, Surya Krisman Pehulisa saat dikonfirmasi Ingatlah.com.
“Untuk warga binaan belum ditemukan dan untuk pencarian tetap dilakukan,” kata Surya, Senin.
Menurut Surya, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mendukung pencarian ISD yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Sebelumnya, ingatlah.com memberitakan di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, penanganan terhadap tiga petugas pemasyarakatan yang mengawal ISD saat insiden pelarian juga masih berlangsung.
Ketiga petugas tersebut hingga kini masih menjalani pembinaan di Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.
Mereka belum dikembalikan bertugas ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan belum menjalani pemeriksaan oleh tim pusat terkait insiden tersebut.
“Belum dilakukan pemeriksaan oleh tim pusat. Saat ini mereka masih dilakukan pembinaan di kantor wilayah dan tidak ada dikembalikan ke lapas,” jelas Surya.
Ia menjelaskan, keputusan mengenai sanksi disiplin terhadap ketiga petugas itu sepenuhnya menjadi kewenangan pihak pusat.
Meski pemeriksaan belum dilakukan, Kanwil Ditjenpas Riau telah mengusulkan agar mereka dijatuhi sanksi disiplin berat.
“Keputusan terkait hukuman disiplin, pusat yang memutuskan. Saat ini tim pusat belum ada melakukan pemeriksaan. Tapi kita sudah usulkan untuk sanksi berat,” katanya.
Sementara itu, kaburnya ISD juga memicu evaluasi internal di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, dimutasi dari jabatannya sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut.
Posisi Yuniarto kemudian digantikan oleh Eko Ari Wibowo, yang sebelumnya bertugas di wilayah Sulawesi Barat.
Pergantian pimpinan itu menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan dan pengamanan lapas setelah terjadinya pelarian narapidana.
Rotasi jabatan juga dilakukan pada posisi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP). Febri Sadam digantikan oleh Vezanol Kosuma.
Meski sejumlah langkah evaluasi telah dilakukan, keberadaan ISD hingga kini masih belum terungkap.
Pencarian terus berlanjut melalui koordinasi Ditjenpas dan Polda Riau, sementara proses pemeriksaan terhadap tiga petugas yang mengawalnya masih menunggu tindak lanjut dari tim pusat.





