RiauPekanbaru

5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Doa Yasin Menggema dari Pekanbaru

×

5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Doa Yasin Menggema dari Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Doa Yasin Menggema dari Pekanbaru
5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Doa Yasin Menggema dari Pekanbaru

INGATLAH.COM – Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, doa untuk lima jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda dipanjatkan dari Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Para jurnalis Pekanbaru berkumpul dalam suasana khidmat, membaca Yasin, tahlil dan tahfiz, berharap kelima rekan seprofesi bersama tiga awak kapal yang turut hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pekanbaru, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Riau, jurnalis media cetak, siber dan televisi, serta Komunitas Fotografi Pekanbaru (KFP).

Doa bersama yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus ikhtiar para jurnalis di Pekanbaru di tengah proses pencarian yang telah memasuki hari kedelapan.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN ANTARA, Arie Basuki, jurnalis Merdeka.com, Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews.id, Firdaus Wajidi atau Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.

Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga awak kapal sebelum hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Baca Juga  Aiman Witjaksono: Jurnalis Harus Tidak Netral, Tapi Berpihak pada Nilai

Berdasarkan data yang dihimpun, delapan orang tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) pagi menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk mendokumentasikan aktivitas vulkanik.

Dalam perjalanan, rombongan tersebut kemudian hilang kontak dan hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Tiga awak kapal lokal yang turut hilang kontak yakni Warta (55) selaku nakhoda, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu.

Ketua PFI Pekanbaru, Mhd. Akhwan, mengatakan doa bersama menjadi bentuk solidaritas dari rekan-rekan jurnalis di Pekanbaru sekaligus ikhtiar agar seluruh korban segera ditemukan.

“Ya, hari ini kita teman-teman jurnalis di Pekanbaru, ada juga dari luar Kota Pekanbaru dan dari IJTI Riau bersama teman-teman jurnalis mengadakan doa Yasin, tahlil dan tahfiz untuk mendoakan teman-teman kita, lima jurnalis dan tiga awak kapal,” tutur Akhwan.

Ia berharap proses pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan membuahkan hasil. Akhwan juga mengapresiasi keputusan memperpanjang masa pencarian terhadap delapan orang yang masih belum ditemukan.

Baca Juga  Kejati Riau Tahan 3 Tersangka Korupsi Proyek Pelabuhan di Meranti

“Harapannya dengan doa yang bisa kita panjatkan, agar dapat ditemukan. Kita juga mengapresiasi Tim SAR Gabungan yang telah menambah waktu masa pencariannya,” katanya.

Bagi para jurnalis di Pekanbaru, doa tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada sesama rekan seprofesi sekaligus dukungan bagi keluarga yang masih menunggu kabar.

Ketua IJTI Pengda Riau, Ahmad Dison, turut menekankan pentingnya keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya saat meliput di kawasan rawan bencana.

“Tugas jurnalistik memang menuntut kita menyajikan informasi faktual kepada publik. Namun, musibah ini menjadi alarm pengingat yang sangat keras bagi kita semua bahwa tidak ada berita seharga nyawa. Keselamatan diri adalah prioritas mutlak, dan pulang ke rumah dengan selamat adalah kepulangan yang sesungguhnya,” ujar Dison.

Meski pencarian telah memasuki hari kedelapan, harapan agar kelima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat terus dipanjatkan.