RiauPekanbaru

Kisah Mualaf Cristian Stefanus Mantap Bersyahadat Jelang Pernikahan

×

Kisah Mualaf Cristian Stefanus Mantap Bersyahadat Jelang Pernikahan

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Rencana membangun rumah tangga menjadi salah satu bagian dari perjalanan Cristian Stefanus hingga akhirnya mantap memeluk agama Islam.

Pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 2001, itu resmi menjadi Muslim setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Jumat (11/9/2026).

Prosesi persyahadatan berlangsung selepas salat Jumat dan dipandu Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Ustaz Rubianto. Puluhan jamaah hadir menyaksikan momen tersebut.

Sebelum bersyahadat, Cristian menceritakan proses yang membuat dirinya mulai tertarik mengenal dan mendalami Islam.

Ia mengaku mendapatkan pembelajaran tentang Islam dari calon pasangan dan orang tua pasangannya.

Dari berbagai penjelasan dan pengalaman tersebut, ketertarikannya untuk mengenal Islam semakin kuat.

“Saya belajar tentang Islam dari calon pasangan dan orang tua pasangan. Dari situ saya tertarik untuk mendalami Islam. Apalagi saya juga akan menikah,” kata Cristian.

Baca Juga  Iskandar Hoesin dan Edi Basri Berebut Kursi Ketua KONI Riau, TPP Cek Dukungan Sah

Rencana pernikahan menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Cristian.

Namun, ia juga mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap Islam tumbuh setelah mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengenal ajaran agama tersebut lebih jauh.

Setelah melalui proses tersebut, Cristian akhirnya mengambil keputusan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Di hadapan pembimbing, saksi dan puluhan jamaah, Cristian mengikuti tuntunan syahadat dengan lancar.

Setelah mengucapkannya, ia resmi menjadi seorang Muslim.

Ustaz Rubianto kemudian memberikan nasihat agar Cristian tidak berhenti belajar setelah prosesi syahadat.

Menurutnya, keputusan memeluk Islam harus dilanjutkan dengan proses memahami ajaran agama dan menjalankan ibadah secara bertahap.

“Yang paling penting setelah bersyahadat adalah tetap istiqamah. Terus belajar mengenal Islam, belajar ibadah, dan jangan pernah berhenti menuntut ilmu,” pesan Ustaz Rubianto.

Cristian juga diminta mempelajari tata cara bersuci, salat, rukun iman dan rukun Islam sebagai bagian dari proses belajar menjadi Muslim.

Baca Juga  Program Jalur Polres Inhu, Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Daerah Pinggiran Inhu

Selain itu, pembimbing mengingatkan pentingnya tetap menghormati dan menyayangi orang tua meskipun berbeda keyakinan.

“Islam mengajarkan kita untuk tetap berbakti kepada kedua orang tua. Tetap hormati, sayangi, dan jaga hubungan baik dengan mereka meskipun berbeda agama,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Mualaf Center An Nur Riau menyerahkan bingkisan berupa perlengkapan salat kepada Cristian.

Bingkisan tersebut menjadi bekal awal bagi Cristian untuk menjalankan ibadah sekaligus terus mempelajari Islam.

Prosesi persyahadatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Jamaah mendoakan agar Cristian diberikan keteguhan hati, kemudahan dalam memahami ajaran Islam, dan istiqamah dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

Kini, menjelang pernikahannya, Cristian tidak hanya mempersiapkan kehidupan baru bersama pasangan.

Ia juga memulai perjalanan spiritual baru dengan tekad untuk terus belajar, memperbaiki diri dan menjalankan ajaran Islam.