INGATLAH.COM — Tak ada sinyal. Jalan terjal. Sumber air terbatas. Jarak lokasi sekitar 30 kilometer dari Polsek Kampar Kiri. Di tengah kondisi itu, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K. bersama puluhan personel tetap menerobos ke Dusun Sungai Buyau, Desa Sungai Liti, Kecamatan Kampar Kiri, untuk melawan kebakaran hutan dan lahan.
Selama kurang lebih 9 jam, Rabu (9/9/2026), tim gabungan berjibaku memadamkan dan mendinginkan lahan yang terbakar sekitar 3 hektare. Operasi dimulai pukul 08.30 WIB dan baru berakhir pukul 17.30 WIB.
Perjuangan petugas bukan sekadar menghadapi api. Medan perbukitan yang terjal membuat mobilisasi personel dan peralatan menjadi pekerjaan berat. Kondisi diperparah dengan tidak tersedianya jaringan komunikasi seluler di lokasi.
Lahan yang terbakar juga memiliki karakteristik semi-gambut. Vegetasinya terdiri atas semak belukar, tumpukan stek, kebun sawit dan kawasan hutan. Satu-satunya sumber air yang bisa digunakan berasal dari sungai dengan debit terbatas.
Sebanyak 36 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Rinciannya 20 personel Polres Kampar, 11 personel Polsek Kampar Kiri, dua personel PT PSPI dan tiga personel PT RAPP Sektor Logas.
Mereka membawa 13 kendaraan roda dua, lima kendaraan roda empat, tiga mesin Ministrek, tiga nozzle serta 45 gulung selang 1,5 inci.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang bahkan turun langsung memimpin operasi di tengah medan tersebut.
“Kami datang bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi memastikan tidak ada lagi titik api yang hidup dan merusak bumi kita,” kata Boby.
Strategi dilakukan dengan tiga langkah sekaligus. Tim terlebih dahulu membuka akses menuju titik kebakaran, kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan seluruh area, serta membuat sekat api secara manual untuk mengantisipasi perambatan api.
Dengan sumber air yang terbatas, setiap penyiraman harus dilakukan secara terukur. Personel berpindah dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan bara di dalam lahan tidak kembali muncul.
Setelah berjibaku selama sembilan jam, perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 17.30 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Proses pendinginan juga memastikan tidak ada lagi titik api maupun asap di area sekitar 3 hektare.
Kondisi lahan dinyatakan dingin dan aman. Seluruh personel kemudian mengakhiri operasi dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Lahan yang terbakar diketahui berstatus klaim masyarakat. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pemilik lahan.
Boby menegaskan penanganan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Kampar dalam menjalankan Green Policing.
“Semakin sulit medannya, semakin besar tekad kita untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Green Policing bukan sekadar program, tetapi bukti nyata bahwa Polri hadir hingga ke pelosok paling sulit sekalipun,” tegasnya.





