INGATLAH.COM – Air mata itu jatuh perlahan di pipi mualaf bernama Sineria. Suaranya bergetar ketika melafalkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya An Nur Pekanbaru.
Namun di balik getaran itu, tersimpan keyakinan yang kuat.
Perempuan kelahiran Sei Galuh, 7 Juli 2000 ini akhirnya resmi memeluk Islam pada Jumat (3/7/2026).
Sebuah keputusan besar yang lahir dari perjalanan batin yang panjang.
Bagi Sineria, ketertarikan terhadap Islam bukan datang secara tiba-tiba.
Ia mengaku telah lama memperhatikan kehidupan umat Muslim di sekitarnya.
“Saya melihat indahnya ajaran Islam dan kuatnya persaudaraan di antara umat Muslim,” ungkapnya.
Pengamatan sederhana itu perlahan tumbuh menjadi rasa ingin tahu.
Dari rasa ingin tahu, lahir ketertarikan. Hingga akhirnya, keyakinan itu menemukan jalannya.
Saat duduk di hadapan pembimbing dan jamaah, Sineria tak mampu menyembunyikan emosinya.
Tangisnya pecah ketika ia mulai mengucapkan syahadat.
Namun justru di situlah terlihat ketulusan hatinya.
Setelah prosesi selesai, ia beberapa kali menyeka air mata.
Bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur yang mendalam.
Keputusan itu bukan tanpa tantangan. Menjadi mualaf berarti siap menjalani perubahan besar dalam hidup. Namun Sineria tampak mantap dengan pilihannya.
Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau memberikan pesan khusus kepadanya agar tetap istiqamah dan terus belajar memahami Islam.
“Perjalanan ini baru dimulai. Teruslah belajar dan jangan pernah ragu,” pesan pembimbing.
Sineria mengangguk pelan. Di matanya, tersirat harapan dan keteguhan.
Hari itu menjadi awal baru bagi hidupnya. Bukan hanya tentang perubahan agama, tetapi juga tentang perjalanan menemukan makna hidup yang lebih dalam.
Sebelumnya, INGATLAH.com memberitakan 3 anak muda di Kota Pekanbaru sukses masuk Islam di Masjid Raya Annur Riau.
Ketiganya Sineria, Oktavianus, dan Reinhard Nuary.





