INGATLAH.COM — Ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir di Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir. Satu titik hotspot ditemukan di areal eks Pola KKPA, Kepenghuluan Bantaian, dengan lahan terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare.
Kondisi gambut sedalam sekitar satu meter membuat petugas tidak mau mengambil risiko. Sebanyak 58 personel gabungan dikerahkan pada Selasa (8/9/2026) untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.30 WIB.
Tim gabungan melibatkan Polsek Batu Hampar, TNI, Kecamatan Batu Hampar, Pemerintah Kepenghuluan Bantaian dan MPA, Damkar PT Sindora Seraya, BPBD, Puskesmas Batu Hampar serta masyarakat. Mereka berjibaku memastikan bara yang masih tersimpan di lahan gambut benar-benar didinginkan.
Peralatan pendukung turut digunakan, di antaranya dua unit mobil, 15 sepeda motor, dua unit mini streker, satu mesin Robin, tiga nozzle, 30 gulungan selang dan tiga selang hisap.
Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti ketika kobaran api terlihat padam. Menurutnya, lahan gambut membutuhkan pendinginan dan pemantauan berulang karena potensi bara kembali menyala cukup tinggi.
“Fokus kami bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan bara di dalam gambut benar-benar dingin. Kami juga melakukan pemantauan secara berkala agar tidak muncul kembali titik api,” ujar Irfan.
Polisi juga melakukan pendataan terhadap pemilik lahan, mencari saksi serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui penyebab kebakaran. Di saat bersamaan, petugas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Irfan menegaskan masyarakat harus memahami bahwa membakar lahan bukan solusi untuk membuka perkebunan. Selain mengancam lingkungan dan kesehatan, tindakan tersebut juga dapat berujung pada persoalan hukum apabila dilakukan secara melanggar ketentuan.
“Kami mengimbau masyarakat jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api, kalau berada di lahan gambut dapat berkembang dan sulit dikendalikan. Jangan sampai kelalaian hari ini menjadi bencana yang lebih besar,” tegasnya.
Hingga pendinginan selesai, asap sisa kebakaran masih terlihat di lokasi. Polisi memastikan pemantauan melalui patroli lapangan dan Dashboard Lancang Kuning tetap dilakukan untuk mengantisipasi kebangkitan api maupun munculnya hotspot baru.





