BeritaRiau

10.783 Kasus ISPA Melanda Riau, Pemerintah Perkuat Fasilitas Kesehatan

×

10.783 Kasus ISPA Melanda Riau, Pemerintah Perkuat Fasilitas Kesehatan

Sebarkan artikel ini
10.783 Kasus ISPA Melanda Riau, Pemerintah Perkuat Fasilitas Kesehatan
Kadinkes Riau Zulkifli.(ist)

INGATLAH.COM – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Riau mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Tercatat 10.783 kasus ISPA terjadi sepanjang Agustus hingga awal September 2026, di tengah paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski jumlah kasus terus meningkat, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau Zulkifli memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak masih mampu memberikan penanganan kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan pasien yang telah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan agar paparan polusi udara tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni membagikan masker gratis kepada masyarakat sekaligus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri selama kualitas udara memburuk.

“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas.

Baca Juga  Ancaman Pascabanjir, Kasus ISPA dan Penyakit Kulit Meningkat di Padang

Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” jelas Zulkifli.

  • Puskesmas Disiagakan, Oksigen Dipersiapkan

Mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien, sejumlah puskesmas di wilayah terdampak telah dipersiapkan dengan oksigen konsentrator. Peralatan tersebut menjadi salah satu dukungan bagi pasien yang membutuhkan bantuan oksigen akibat gangguan pernapasan.

Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) juga diaktifkan di setiap puskesmas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan fasilitas kesehatan dapat merespons dengan cepat apabila terjadi lonjakan pasien secara tiba-tiba.

Tak hanya di tingkat kabupaten dan kota, kesiapsiagaan juga diperkuat di tingkat provinsi.

Dinkes Riau mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk memberikan penanganan awal bagi pasien yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Besarnya jumlah kasus ISPA membuat perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Teken Dua MoU Strategis untuk Jamin Bahan Baku dan Dorong Transisi Energi di Industri Pupuk

Ibu hamil dan balita menjadi kelompok yang mendapatkan dukungan khusus melalui pemberian makanan tambahan. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan edukasi agar masyarakat lebih memahami risiko paparan polusi udara.

Dinkes Riau juga menggandeng akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan dalam penanganan dampak kabut asap.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui edukasi kesehatan serta pembagian masker kepada masyarakat, termasuk pengguna jalan yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

Dengan jumlah kasus yang telah mencapai 10.783 kasus dalam kurun Agustus hingga awal September 2026, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan dampak buruk polusi udara.

Penguatan fasilitas kesehatan, ketersediaan oksigen, pembagian masker hingga edukasi terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peningkatan kasus ISPA tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih serius.