SumbarAgam

OPPMD 2026 – 2027 Resmi Dilantik, Begini Pesan Ustaz Nawazir Muchtar

×

OPPMD 2026 – 2027 Resmi Dilantik, Begini Pesan Ustaz Nawazir Muchtar

Sebarkan artikel ini
OPPMD 2026 - 2027 Resmi Dilantik, Begini Pesan Ustaz Nawazir Muchtar
OPPMD 2026 - 2027 Resmi Dilantik, Begini Pesan Ustaz Nawazir Muchtar

INGATLAH.COM – Semangat regenerasi kepemimpinan kembali bergema di Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

Terbaru, organisasi Pelajar Pondok Modern Diniyyah Pasia (OPPMD) resmi memasuki babak baru setelah pengurus periode 2026-2027 dilantik pada 30 September 2026 atau bertepatan dengan 17 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Pergantian kepengurusan tersebut menjadi momentum berakhirnya masa pengabdian pengurus sebelumnya sekaligus dimulainya amanah baru bagi para santri dan santriwati yang dipercaya mengemban tanggung jawab dalam kepengurusan OPPMD 2026–2027.

Prosesi pelantikan dilaksanakan secara terpisah antara organisasi santri dan santriwati.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian struktur organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan kepemimpinan yang secara konsisten diterapkan di lingkungan PPM Diniyyah Pasia.

Melalui OPPMD, para santri diberikan ruang untuk belajar menjadi pemimpin secara langsung.

Mereka dituntut mampu merancang kegiatan, membangun kerja sama, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, menjalankan program, hingga mempertanggungjawabkan amanah yang telah diberikan.

Tradisi tersebut sejalan dengan filosofi yang terus diwariskan di PPM Diniyyah Pasia, yakni “Patah Tumbuh, Hilang Berganti. Siap Dipimpin dan Siap Memimpin.”

Filosofi tersebut menggambarkan bahwa berakhirnya sebuah kepengurusan bukan berarti berakhirnya perjuangan.

Ketika satu generasi menyelesaikan masa pengabdiannya, generasi berikutnya hadir untuk melanjutkan estafet dengan semangat, gagasan, dan tanggung jawab yang baru.

Pelantikan pengurus OPPMD 2026-2027 dilakukan langsung oleh Pemimpin PPM Diniyyah Pasia, Ustaz Drs. H. Nawazir Muchtar, Lc.

Baca Juga  Kampus Tiga PPM Diniyyah Pasia Meriahkan Isra' Mi'raj Dengan Language Festival

Dalam amanatnya, Ustaz Nawazir menekankan pentingnya tiga karakter utama yang harus dimiliki setiap pengurus, yakni disiplin, amanah, dan sabar.

Menurutnya, menjadi pengurus organisasi bukan semata-mata mendapatkan posisi atau jabatan, tetapi menerima kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Menjadi pengurus bukan hanya tentang jabatan, tetapi bagaimana menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Karena itu, disiplin harus menjadi dasar dalam menjalankan tugas, amanah harus dijaga, dan kesabaran harus dimiliki dalam menghadapi berbagai persoalan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para pengurus agar mampu menjadi teladan bagi seluruh santri. Kepemimpinan, kata dia, tidak cukup hanya dengan memberikan arahan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari.

“Seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh. Jangan hanya pandai memberikan perintah, tetapi tunjukkan terlebih dahulu melalui sikap dan perbuatan. Kalau ingin organisasi berjalan dengan baik, mulailah dari diri sendiri,” lanjutnya.

Ustaz Nawazir menilai, proses kaderisasi melalui OPPMD merupakan bagian penting dalam membentuk karakter santri. Sebab, pengalaman berorganisasi akan menjadi bekal bagi mereka ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.

Para pengurus, lanjutnya, harus memanfaatkan masa kepengurusan tersebut untuk belajar bertanggung jawab, membangun kebersamaan, menyelesaikan persoalan, serta mengembangkan kemampuan memimpin.

“Setiap kepemimpinan ada waktunya. Hari ini kita menerima amanah, dan suatu saat amanah itu akan berpindah kepada generasi berikutnya. Maka selama dipercaya menjadi pengurus, berikan yang terbaik dan tinggalkan contoh yang baik bagi generasi yang akan melanjutkan perjuangan,” ujarnya.

Baca Juga  Pasukan Pengibar Bendera PPM Diniyyah Pasia Sukses Jalankan Tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Pesan tersebut menjadi bekal bagi pengurus OPPMD 2026 – 2027 dalam menjalankan berbagai program dan aktivitas organisasi selama satu tahun ke depan.

Mereka diharapkan tidak hanya mampu menjadi penggerak kedisiplinan di lingkungan pesantren, tetapi juga mampu membangun kebersamaan, memberikan pelayanan kepada sesama santri dan santriwati, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih dari sekadar pergantian struktur organisasi, OPPMD menjadi laboratorium kepemimpinan bagi para santri.

Di dalamnya, mereka belajar bahwa menjadi pemimpin berarti bersedia mendengar, bekerja bersama, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Proses kaderisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PPM Diniyyah Pasia dalam mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, sekaligus karakter kepemimpinan, kedisiplinan, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Estafet kepemimpinan OPPMD 2026–2027 pun menjadi pengingat bahwa jabatan memiliki batas waktu, tetapi nilai perjuangan tidak boleh berhenti ketika sebuah kepengurusan berakhir.

Pengurus lama berganti, pengurus baru menerima amanah. Satu generasi menutup lembar pengabdiannya, sementara generasi berikutnya membuka halaman baru untuk melanjutkan perjuangan.

Patah tumbuh, hilang berganti. Siap dipimpin dan siap memimpin. Dari pesantren, mereka ditempa untuk menjadi pemimpin masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan visi PPM Diniyyah Pasia, yakni “Mencetak Calon Ulama, Cendekiawan Muslim, dan Pemimpin Masa Depan.”