RiauPekanbaru

Dampak Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru: Kasus ISPA Didominasi Balita hingga Remaja 18 Tahun

×

Dampak Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru: Kasus ISPA Didominasi Balita hingga Remaja 18 Tahun

Sebarkan artikel ini
Dampak Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru: Kasus ISPA Didominasi Balita hingga Remaja 18 Tahun
Dampak Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru: Kasus ISPA Didominasi Balita hingga Remaja 18 Tahun

INGATLAH.COM – Dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru, dalam hampir sepekan terakhir mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat setempat.

Warga mulai memadati Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti Puskesmas, untuk memeriksakan keluhan saluran pernapasan.

Berdasarkan pantauan di Puskesmas Simpang Tiga, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, terjadi peningkatan kunjungan warga yang mengeluhkan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data dari Puskesmas Simpang Tiga mencatat rincian tren kasus ISPA selama sepekan terakhir sebagai berikut:

  • 20 Agustus: 15 kasus
  • 21 Agustus: 11 kasus
  • 22 Agustus: 8 kasus
  • 24 Agustus: 21 kasus
  • 26 Agustus: 12 kasus
Baca Juga  Sambut Ramadan 1447 H, KUA se-Riau Gelar GEBET BBM di 1.867 Masjid

Kepala Puskesmas Simpang Tiga, Sri Elfida Basyar, menjelaskan bahwa sejauh ini kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru memang belum menunjukkan lonjakan yang terlalu signifikan pada total angka kasus harian.

Namun, penderita yang berobat sebagian besar didominasi oleh kelompok usia rentan.

“Dari total pasien yang terkena ISPA sejak sepekan terakhir, didominasi oleh pasien dengan usia balita hingga umur 18 tahun, dengan keluhan utama batuk,” ujar Sri Elfida Basyar.

Menanggapi kondisi kualitas udara yang memburuk akibat asap Karhutla, pihak Puskesmas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga  10.783 Warga Riau Terserang ISPA, Kabut Asap Karhutla Kian Mengancam

“Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika memang terpaksa harus beraktivitas di luar, wajib mengimbau penggunaan masker guna menghindari paparan asap yang dapat memicu atau memperparah ISPA,” imbau Sri Elfida.

Masyarakat juga diharapkan tetap menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami penurunan kondisi fisik atau keluhan pernapasan.