INGATLAH.COM – Aksi penyelundupan narkotika jenis sabu kembali digagalkan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Kali ini, seorang pria berinisial AS ditangkap karena kedapatan membawa sekitar dua kilogram sabu yang disembunyikan di dalam koper.
Kasus ini terungkap berkat ketelitian petugas Aviation Security (Avsec) yang mencurigai isi koper saat melewati pemeriksaan X-Ray pada Senin (20/7) siang.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan bahwa temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama tim Ditresnarkoba.
“Petugas Avsec melihat adanya kejanggalan pada hasil pemindaian. Setelah itu dilakukan pencarian hingga ditemukan pemilik koper di ruang tunggu,” jelasnya Sabtu (25/7/2026).
Tersangka AS kemudian diamankan dan koper miliknya diperiksa secara menyeluruh.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 14 paket diduga sabu yang disembunyikan dalam lipatan celana jeans.
“Cara penyembunyian tersebut terbilang cukup rapi, namun tidak mampu mengelabui sistem keamanan bandara yang dilengkapi teknologi canggih,” ungkapnya.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari wilayah Bireuen, Aceh.
Ia ditugaskan untuk mengantarkan sabu tersebut ke Jakarta.
Polisi menduga tersangka hanyalah bagian dari jaringan yang lebih besar.
Hal ini diperkuat dengan adanya barang bukti lain berupa dua unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak lain dalam jaringan.
Selain sabu dengan berat sekitar dua kilogram, polisi juga menyita koper yang digunakan sebagai media penyimpanan.
Saat ini, tersangka telah dibawa ke Mapolda Riau untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi terus mendalami kasus ini guna mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat.
“Kami akan menelusuri jaringan peredaran narkotika ini hingga ke tingkat atas, termasuk mengusut aliran dana yang terkait,” tegas Kombes Putu.
Ia juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan kasus ini akan dikembangkan ke arah tindak pidana pencucian uang apabila ditemukan bukti yang cukup.
Pengungkapan ini menunjukkan bahwa bandara masih menjadi salah satu jalur yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk menyelundupkan narkotika antar daerah.
Oleh karena itu, sinergi antara aparat kepolisian dan petugas keamanan bandara menjadi kunci utama dalam mencegah peredaran narkoba.
Polda Riau juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika.
Dengan keterlibatan masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.





