OlahragaPekanbaruRiau

Kisah Singkat Rakhmatsho Bersama PSIM Yogyakarta

×

Kisah Singkat Rakhmatsho Bersama PSIM Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Perjalanan Rakhmatsho Rakhmatzoda bersama PSIM Yogyakarta resmi mencapai garis akhir.

Gelandang muda asal Tajikistan itu harus mengakhiri kebersamaannya dengan Laskar Mataram setelah manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontraknya untuk musim 2026/27.

Kepergian pemain kelahiran Norak, 6 April 2004, ini meninggalkan jejak yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Di balik usianya yang masih muda, Rakhmatsho tampil cukup konsisten sepanjang musim 2025/26.

Ia mencatatkan 24 penampilan dari total 34 pertandingan resmi, dengan torehan satu gol dari hampir dua ribu menit bermain di lapangan.

Bukan sekadar angka, kontribusi Rakhmatsho juga terlihat dari cara ia menghidupkan permainan.

Perannya sebagai pengatur tempo begitu terasa, terutama melalui akurasi umpannya yang impresif.

Baca Juga  TRC 112 Pekanbaru Siaga 24 Jam, Target Respons Kebakaran di Bawah 7 Menit

Dari lebih dari seribu percobaan operan, sebanyak 931 di antaranya berhasil mencapai sasaran sebuah catatan yang menunjukkan ketenangan dan visi bermain yang matang.

Di lini serang, ia juga tak ragu mengambil inisiatif. Sebanyak 18 percobaan tembakan dilepaskannya, dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Sementara di sisi pertahanan, disiplin menjadi nilai tambah yang menonjol. Ia mencatatkan 32 tekel bersih, 52 intersepsi penting, serta 14 sapuan yang membantu tim keluar dari tekanan.

Manajer PSIM, Iksan Mahar, mengakui bahwa kontribusi sang pemain cukup signifikan bagi tim sepanjang musim lalu.

Ia menyebut Rakhmatsho sebagai sosok pekerja keras yang mampu memberikan keseimbangan di lini tengah.

“Kontribusinya cukup baik dalam 24 pertandingan dengan rata-rata menit bermain yang tinggi. Kami sangat mengapresiasi dedikasinya selama ini,” ujar Iksan.

Baca Juga  Jelang Nataru, Binmas Polda Riau Intensifkan Pembinaan Satpam di Pusat Perbelanjaan Pekanbaru

Namun, dalam dinamika sepak bola profesional, perubahan adalah hal yang tak terelakkan.

Berdasarkan evaluasi manajemen dan tim pelatih, PSIM memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan pemain muda tersebut.

Keputusan ini menjadi penutup dari satu bab perjalanan Rakhmatsho di Yogyakarta.

Meski singkat, kontribusinya telah menjadi bagian dari cerita perjuangan Laskar Mataram di musim lalu.

Kini, langkah Rakhmatsho berlanjut ke tujuan berikutnya.

PSIM pun melepasnya dengan harapan terbaik bahwa pengalaman yang didapat di Yogyakarta dapat menjadi bekal untuk menapaki karier yang lebih gemilang di masa depan.