INGATLAH.COM – PSPS Pekanbaru kembali menghadirkan cerita menarik di bursa transfer jelang Liga 2 musim 2026/2027.
Klub berjuluk Askar Bertuah itu resmi mendatangkan pemain asal Brasil, Matheus Machado, yang sekaligus menjadi momen reuni dengan sang pelatih, Akhyar Ilyas.
Bagi Akhyar, Matheus bukanlah nama baru. Keduanya pernah bekerja sama saat membela Persiraja Banda Aceh.
Kebersamaan itu kini berlanjut di PSPS, membawa harapan besar bagi tim dalam membangun kekuatan baru.
Reuni ini diyakini menjadi keuntungan tersendiri bagi PSPS Pekanbaru.
Selain sudah memahami karakter satu sama lain, Matheus dinilai tidak akan kesulitan beradaptasi dengan pola permainan yang diterapkan Akhyar.
Pemain berusia 27 tahun tersebut dikenal sebagai gelandang serang kreatif yang memiliki visi permainan tajam.
Kemampuannya dalam mengatur tempo, membuka ruang, serta menciptakan peluang menjadikannya motor serangan di lini tengah.
Kehadiran Matheus diproyeksikan akan meningkatkan kualitas permainan PSPS, terutama dalam mendukung lini depan yang dihuni pemain seperti Antonio Gamaroni.
Kombinasi kreativitas dan ketajaman ini diharapkan menjadi senjata utama Askar Bertuah musim ini.
Catatan performa Matheus bersama Persiraja musim lalu juga menjadi alasan kuat di balik perekrutannya.
Ia tampil dalam 20 pertandingan dengan torehan empat gol dan enam assist, sebuah statistik yang menunjukkan kontribusinya tidak hanya sebagai pengatur serangan, tetapi juga pencetak gol.
Meski sempat dibekap cedera di pertengahan musim, Matheus tetap mampu menunjukkan peran pentingnya di lapangan.
Konsistensi tersebut membuatnya tetap menjadi incaran sejumlah tim, hingga akhirnya PSPS berhasil mengamankan jasanya.
Manajemen PSPS menilai, faktor kedekatan dengan pelatih menjadi nilai tambah yang signifikan.
Reuni ini diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi sekaligus memaksimalkan potensi sang pemain sejak awal kompetisi.
Dengan komposisi tim yang terus diperkuat, PSPS Pekanbaru menunjukkan keseriusannya untuk bersaing di Liga 2 musim 2026/2027.
Reuni antara Akhyar Ilyas dan Matheus Machado pun menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya membawa tim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.





