INGATLAH.COM – Manajemen PSPS Pekanbaru resmi mengajukan kerja sama pengelolaan Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk jangka waktu lima tahun.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi klub membangun fondasi yang lebih kuat demi mewujudkan target promosi ke Liga 1.
Usulan itu disampaikan langsung Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PSPS Pekanbaru, I Gede Widiade, saat beraudiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Kantor Gubernur Riau, Senin (6/7/2026).
Menurut Gede, pengelolaan stadion menjadi salah satu dari tiga agenda utama yang dibawa manajemen PSPS dalam pertemuan tersebut.
Selain melaporkan kesiapan tim menghadapi Liga 2 musim 2026/2027, pihaknya juga membahas pengelolaan stadion dan dukungan sponsor lokal.
“Saya sebagai Chairman sekaligus CEO PSPS Pekanbaru menghadap Pak Plt Gubernur dengan membawa tiga agenda utama. Pertama, kami melaporkan sejauh mana persiapan PSPS Pekanbaru menghadapi kompetisi musim 2026-2027,” ujar Gede.
Agenda berikutnya adalah mengajukan kerja sama pengelolaan Stadion Kaharuddin Nasution yang selama ini menjadi markas PSPS.
Menurutnya, kerja sama selama lima tahun akan memberikan kepastian dalam perawatan, pembenahan fasilitas, hingga pengembangan stadion secara berkelanjutan.
“Kami ingin menindaklanjuti keinginan untuk mengelola stadion yang saat ini kami gunakan. Harapannya, stadion ini bisa dikerjasamakan dengan kami selama lima tahun ke depan,” katanya.
Gede menjelaskan, konsep kerja sama tersebut dirancang agar menguntungkan kedua belah pihak.
Melalui skema itu, Pemerintah Provinsi Riau tidak lagi dibebani biaya pemeliharaan stadion karena seluruh perawatan akan ditangani oleh PSPS.
Sebagai gantinya, pemerintah tetap memperoleh pemasukan melalui sistem bagi hasil dari penjualan tiket pertandingan.
“Pemerintah Provinsi tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk perawatan stadion. Justru nantinya akan memperoleh pendapatan melalui pembagian persentase hasil penjualan tiket,” jelasnya.
Selain itu, manajemen PSPS juga mengajukan permohonan dispensasi biaya penggunaan Stadion Kaharuddin Nasution sebagaimana yang diberikan pada musim sebelumnya.
Menurut Gede, selama ini biaya pemeliharaan lapangan, fasilitas stadion, hingga operasional lampu sepenuhnya ditanggung oleh manajemen PSPS agar stadion memenuhi standar yang ditetapkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.
“Selama ini biaya maintenance dan fasilitas lampu stadion 100 persen dikelola serta dibiayai oleh pihak PSPS. Hal ini kami lakukan agar fasilitas stadion memenuhi regulasi resmi dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru,” ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut, Gede juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Riau untuk membantu memperluas jaringan sponsor lokal.
Ia menilai PSPS bukan hanya milik masyarakat Pekanbaru, melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Riau, sehingga keterlibatan perusahaan-perusahaan daerah sangat penting untuk memperkuat keberlangsungan operasional klub.
“Sebagian besar sponsor kami masih berasal dari luar daerah. Karena PSPS adalah milik masyarakat Riau, kami berharap dukungan pemerintah untuk mengoptimalkan sponsor lokal dari perusahaan-perusahaan yang ada di Riau,” harapnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Plt Gubernur Riau, Kapolda Riau, dan Wali Kota Pekanbaru atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap operasional, pengamanan pertandingan, serta perkembangan PSPS.





