RiauRokan Hilir

Nelayan di Rokan Hilir Diterkam Buaya Saat Pasang Pukat, Berhasil Selamat Setelah Melawan

×

Nelayan di Rokan Hilir Diterkam Buaya Saat Pasang Pukat, Berhasil Selamat Setelah Melawan

Sebarkan artikel ini
Nelayan di Rokan Hilir Diterkam Buaya Saat Pasang Pukat, Berhasil Selamat Setelah Melawan
Nelayan di Rokan Hilir Diterkam Buaya Saat Pasang Pukat, Berhasil Selamat Setelah Melawan

INGATLAH.COM – Seorang nelayan di Kabupaten Rokan Hilir nyaris kehilangan nyawa setelah diterkam seekor buaya saat memasang pukat di perairan Sungai Manasib, Senin (7/7/2026) sore.

Beruntung, korban berhasil melepaskan diri setelah melakukan perlawanan sengit dengan satwa buas tersebut.

Korban diketahui bernama Abdul Azis (43), warga RT 004/RW 002 Dusun Harapan Jadi, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako.

Akibat serangan itu, ia mengalami luka gigitan di bagian punggung dan harus menjalani perawatan medis.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni melalui Kasi Humas Polres Rokan Hilir, Ipda Didi Sofyan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Kuala Jabon, Sungai Manasib.

Saat itu, Abdul Azis tengah memasang pukat pantai seorang diri di perairan dengan kedalaman sekitar sepinggang. Tanpa disadarinya, seekor buaya telah mengintai dari sekitar lokasi.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Terjun ke Kebun Cabai Warga di Kampar, Dukung Ketahanan Pangan

“Korban sedang memasang pukat seorang diri. Tiba-tiba seekor buaya menerkam dan menyeret korban ke dalam air,” kata Ipda Didi Sofyan, Selasa (7/7/2026).

Dalam situasi yang mengancam nyawa itu, Abdul Azis tidak tinggal diam. Ia berusaha melawan sekuat tenaga dengan tarik-menarik melawan buaya yang menggigit tubuhnya.

“Korban sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya berhasil melepaskan diri dari terkaman buaya tersebut,” jelas Didi.

Setelah berhasil lolos, korban langsung berlari menuju permukiman warga sambil meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan bantuan dan mengevakuasi Abdul Azis ke fasilitas kesehatan terdekat.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan pada bagian punggung.

Setelah mendapat penanganan pertama, Abdul Azis kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Baca Juga  Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Mulai Dibangun di Bengkalis

Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan buaya yang kerap terjadi di wilayah perairan Rokan Hilir.

Sungai-sungai di daerah tersebut memang dikenal sebagai habitat alami buaya muara, sehingga aktivitas masyarakat di kawasan perairan memiliki risiko tinggi apabila tidak dilakukan dengan kewaspadaan.

Polres Rokan Hilir mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai maupun kawasan pesisir, agar lebih berhati-hati.

Masyarakat diminta menghindari bekerja seorang diri di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya, serta selalu memperhatikan kondisi sekitar sebelum turun ke air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Jangan bekerja sendirian di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya demi mengurangi risiko terjadinya serangan serupa,” tutup Ipda Didi Sofyan.