INGATLAH.COM – Di tengah upaya pencarian korban kapal tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, muncul aksi tak bertanggung jawab yang mencoreng nama baik Basarnas.
Seorang oknum diduga mencatut nama Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, untuk meminta sejumlah uang kepada pihak perusahaan pelayaran yang terlibat dalam operasi pencarian.
Humas Kantor SAR Pekanbaru, Kukuh Widodo, membenarkan adanya dugaan penipuan tersebut.
Menurutnya, pelaku menghubungi salah seorang perwakilan perusahaan pelayaran di Siak berinisial J dengan mengaku sebagai Kepala Kantor SAR Pekanbaru.
“Benar, telah terjadi dugaan penipuan yang mengatasnamakan Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Bapak Budi Cahyadi. Nomor telepon yang digunakan pelaku bukan merupakan nomor milik beliau,” kata Kukuh Widodo, Selasa (7/7/2026).
Kukuh menjelaskan, aksi penipuan itu terjadi saat Basarnas tengah melaksanakan Operasi SAR terhadap insiden kapal pompong tenggelam di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Pelaku diduga memanfaatkan situasi darurat dengan menghubungi pihak perusahaan pelayaran dan meminta sejumlah uang atas nama Kepala Kantor SAR Pekanbaru.
Beruntung, dugaan penipuan tersebut segera diketahui sehingga tidak mengganggu jalannya operasi pencarian korban yang masih berlangsung.
Kukuh menegaskan, Basarnas tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun kepada masyarakat maupun perusahaan selama pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa seluruh pelaksanaan Operasi SAR tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika ada pihak yang menghubungi dan meminta uang dengan mengatasnamakan Basarnas ataupun Kepala Kantor SAR Pekanbaru, dipastikan itu adalah penipuan,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat, instansi, maupun perusahaan yang menjadi mitra Basarnas agar selalu berhati-hati terhadap modus serupa. Apabila menerima telepon atau pesan yang mencurigakan dan mengatasnamakan pejabat Basarnas, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayainya.
“Kami mengimbau agar setiap informasi yang mengatasnamakan Basarnas terlebih dahulu dikonfirmasi melalui kanal resmi Kantor SAR Pekanbaru. Jangan mudah mentransfer uang kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya,” ujar Kukuh.
Menurutnya, pencatutan nama pejabat Basarnas bukan hanya merugikan calon korban, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga yang selama ini menjalankan tugas kemanusiaan.
Basarnas berharap masyarakat turut membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar tidak ada lagi pihak yang menjadi korban modus penipuan serupa.
“Operasi SAR adalah misi kemanusiaan. Seluruh layanan pencarian, pertolongan, dan evakuasi yang dilakukan Basarnas diberikan secara gratis. Kami meminta masyarakat agar waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Basarnas maupun pejabat kami,” tutup Kukuh.





