INGATLAH.COM – Libur kompetisi bagi sebagian pesepak bola identik dengan waktu beristirahat. Namun, bagi Toni Firmansyah, jeda musim justru menjadi ruang untuk bekerja lebih keras.
Gelandang muda Persebaya Surabaya itu memilih tetap berkeringat di pusat kebugaran dan menjalani latihan mandiri demi menyambut musim 2026/2027 dengan kondisi terbaik.
Musim 2025/2026 menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan karier pemain berusia 21 tahun tersebut.
Di tengah ketatnya persaingan memperebutkan tempat di lini tengah Persebaya, Toni mampu membuktikan diri sebagai sosok yang layak dipercaya.
Kepercayaan yang diberikan tim pelatih tidak datang begitu saja. Sepanjang kompetisi BRI Super League 2025/2026, pemain asal Benowo, Surabaya, itu tampil dalam 28 pertandingan dan menjadi salah satu motor permainan Bajul Ijo di sektor tengah.
Meski hanya menyumbangkan satu assist dan belum mencetak gol, kontribusi Toni jauh melampaui angka-angka di papan statistik.
Ia menjadi penghubung yang efektif antara lini belakang dan lini depan, memastikan aliran bola Persebaya tetap hidup sepanjang pertandingan.
Catatan 564 umpan sukses dari 654 percobaan menunjukkan akurasi distribusi bolanya yang tinggi.
Di saat tim menyerang, Toni mampu menjaga ritme permainan.
Sebaliknya, ketika kehilangan penguasaan bola, ia menjadi pemain pertama yang bekerja keras untuk merebutnya kembali.
Peran tersebut tercermin dari torehan 69 tekel, 49 intersepsi, serta 21 sapuan sepanjang musim.
Statistik itu menggambarkan sosok gelandang modern yang tak hanya piawai mengatur tempo permainan, tetapi juga memiliki etos kerja tinggi saat bertahan.
Meski musim telah usai, Toni belum memberi ruang bagi dirinya untuk berpuas diri.
Ia menyadari bahwa tantangan yang menanti pada musim depan akan jauh lebih berat, seiring meningkatnya persaingan di dalam skuad Persebaya.
Karena itulah, masa libur dimanfaatkannya untuk terus mengasah kemampuan. Ia tetap menjalin komunikasi dengan tim pelatih dan disiplin menjalankan program latihan individu yang telah disiapkan.
“Saya harus bekerja lebih keras, meningkatkan kemampuan, dan berharap bisa mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk memberikan yang terbaik bagi tim,” ujar Toni.
Program latihan tersebut tidak hanya berfokus pada sentuhan bola. Toni juga rutin menjalani latihan fisik di pusat kebugaran guna menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kekuatan otot sebagai bekal menghadapi kerasnya persaingan kompetisi.
“Termasuk latihan fisik di gym. Program tersebut sangat membantu untuk menjaga kondisi dan meningkatkan kesiapan menghadapi musim baru,” katanya.
Bagi Toni, setiap musim adalah kesempatan untuk berkembang. Persaingan memperebutkan posisi inti bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan tantangan yang mendorongnya terus meningkatkan kualitas permainan.
Ia pun bertekad memaksimalkan setiap peluang yang diberikan pelatih, baik melalui penampilan di lapangan maupun kontribusi nyata dalam membantu Persebaya meraih hasil terbaik.
“Baik melalui penampilan di setiap pertandingan, kerja keras di lapangan, maupun membantu tim meraih hasil terbaik. Saya akan berusaha memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan,” tegasnya.
Kini, saat sebagian pemain masih menikmati sisa liburan, Toni Firmansyah memilih menatap musim baru dengan cara berbeda.
Setiap sesi latihan yang dijalani menjadi investasi untuk mewujudkan ambisi yang lebih besar: mengukuhkan diri sebagai pilar utama Persebaya Surabaya dan membawa Bajul Ijo bersaing di papan atas kompetisi.





