RiauPekanbaru

Bukan Milik Kapolda, Nugraha Sakanti Dipersembahkan untuk Masyarakat Riau

×

Bukan Milik Kapolda, Nugraha Sakanti Dipersembahkan untuk Masyarakat Riau

Sebarkan artikel ini
Bukan Milik Kapolda, Nugraha Sakanti Dipersembahkan untuk Masyarakat Riau
Bukan Milik Kapolda, Nugraha Sakanti Dipersembahkan untuk Masyarakat Riau

INGATLAH.COM – Langit Pekanbaru pagi itu tampak cerah, seolah ikut menyambut langkah-langkah kaki yang bergerak perlahan menyusuri Jalan Pattimura, Kamis (2/7/2026).

Di bawah langit biru itu, sebuah kirab berlangsung khidmat bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan perjalanan makna yang sarat pesan.

Pataka kehormatan diarak dari Tugu Keris menuju Mapolda Riau, dikawal personel kepolisian bersenjata lengkap.

Barisan itu melangkah teratur, namun di balik ritmenya, tersimpan refleksi panjang tentang pengabdian, kepercayaan, dan tanggung jawab.

Di halaman Mapolda Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan berdiri tegak di hadapan jajaran personel dan tamu undangan.

Suasana hening sejenak saat ia menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi menggema kuat.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi,” ujarnya tenang.

“Ini untuk seluruh keluarga besar Polda Riau, rekan-rekan media, dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan bersama.”

Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia itu, bagi Herry, bukanlah simbol prestasi individu.

Ia adalah cerminan kerja kolektif buah dari kolaborasi panjang antara aparat, masyarakat, dan berbagai elemen yang menjaga Riau tetap berdiri tegak di tengah berbagai tantangan.

Baca Juga  Razia Narkoba Dini Hari di Pekanbaru, Polisi Sasar Enam Tempat Hiburan Malam

Kirab yang digelar hari itu pun bukan sekadar tradisi. Ia menjadi simbol pengembalian kehormatan kepada pemilik sejatinya: masyarakat.

Dalam setiap langkah yang diayunkan, tersirat komitmen untuk terus menjaga keadilan di Bumi Lancang Kuning.

Di provinsi yang kerap berhadapan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan, makna penghargaan ini terasa semakin dalam.

Riau bukan hanya tentang wilayah administratif, tetapi juga tentang ruang hidup yang harus dijaga bersama.

“Kita harus mengubah pola pikir. Menjaga alam bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan,” kata Herry, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif.

Baginya, menjaga lingkungan bukan sekadar slogan.

Ia harus dimulai dari hal-hal sederhana tidak menebang pohon sembarangan, menanam kembali, hingga menjaga keseimbangan ekosistem sebagai sumber kehidupan.

Dalam nada yang lebih reflektif, ia juga menyinggung peran penting masyarakat dan media.

Kritik dan dukungan, menurutnya, adalah dua sisi yang sama-sama menguatkan.

“Tanpa kepercayaan dan partisipasi masyarakat, kami tidak ada apa-apanya. Kolaborasi inilah yang membuat kami kuat,” ungkapnya.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah ketika Kapolda berjalan kaki bersama pataka.

Bukan sekadar simbol, langkah itu menjadi pesan bahwa institusi kepolisian harus tetap membumi dekat dengan masyarakat, hadir di tengah mereka, dan tulus dalam melayani.

Baca Juga  Penyidikan Dugaan Korupsi Bank BUMD di Kejati Riau Belum Tetapkan Tersangka

Langkah kaki itu menjadi awal dari komitmen yang terus diperbarui: memberikan pelayanan terbaik, menegakkan hukum secara adil, serta menjaga setiap jengkal tanah Melayu agar tetap aman dan nyaman.

Di penghujung acara, harapan pun disampaikan. Penghargaan ini, kata Herry, harus menjadi energi baru bukan sekadar kebanggaan sesaat.

“Kami ingin terus menjaga tuah dan marwah Riau. Bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk alam dan seluruh makhluk hidup di dalamnya,” tuturnya.

Dengan suara yang lebih lirih, ia menutup dengan sebuah permohonan yang sederhana, namun menyentuh.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar mampu menjaga alam ini pohon, gajah, hingga harimau karena semuanya adalah bagian dari kehidupan yang harus kita lindungi bersama.”

Tepuk tangan pun bergema. Namun lebih dari itu, pesan yang tertinggal terasa jauh lebih kuat daripada seremoni yang terlihat.

Bahwa penghargaan sejati bukanlah yang diterima, melainkan yang dijaga bersama dalam kepercayaan, dalam kolaborasi, dan dalam komitmen yang tak pernah berhenti.