INGATLAH.COM – Degradasi memang menyakitkan. Namun bagi Semen Padang FC, keterpurukan di akhir musim BRI Super League 2025/2026 bukanlah akhir perjalanan.
Klub berjuluk Kabau Sirah itu memilih segera bangkit dan bergerak cepat menyusun kekuatan baru demi satu target besar yaitu kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Tak lama setelah dipastikan turun ke Championship musim 2026/2027, manajemen Semen Padang langsung menunjukkan keseriusannya.
Saat sebagian besar klub masih melakukan evaluasi, Kabau Sirah justru mulai bergerak agresif di bursa transfer dan penataan tim.
Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perubahan besar di jajaran kepelatihan. Nama Nil Maizar dipercaya memimpin proyek kebangkitan Semen Padang FC.
Sosok yang sudah tidak asing bagi publik sepak bola Sumatera Barat itu diharapkan mampu membawa klub kembali ke jalur prestasi.
Di belakang Nil Maizar, manajemen membangun tim pendukung yang cukup lengkap.
Hengki Ardiles dan Nur Iskandar dipercaya sebagai asisten pelatih, sementara Dino Sefriyanto dan Muhammad Fauzan bertanggung jawab menjaga kondisi fisik pemain. Posisi pelatih kiper dipercayakan kepada Erick Ibrahim.
Tidak hanya itu, Semen Padang juga mulai mengikuti perkembangan sepak bola modern dengan memperkuat sektor analisis pertandingan.
Dua tenaga performance and tactical analyst, Dinar Bayu Aji dan Rizky Ananda Putra, direkrut untuk membantu tim dalam aspek taktik dan pengolahan data pertandingan.
Perombakan tidak berhenti di kursi pelatih. Manajemen juga aktif mendatangkan pemain-pemain yang dianggap mampu mengangkat kualitas skuad.
Sejumlah nama berpengalaman resmi bergabung. Muhammad Rahmat yang pernah menjadi bagian penting Bali United didatangkan untuk menambah kreativitas serangan.
Ariyanto Maring, Otto Kapisa, Muhammad Hargianto, Irvan Mofu, serta Esteban Vizcarra juga masuk dalam daftar pemain baru yang siap memperkuat Kabau Sirah.
Kehadiran Esteban Vizcarra menjadi salah satu transfer yang menarik perhatian. Pengalaman panjang pemain naturalisasi tersebut di sepak bola Indonesia diharapkan dapat menjadi modal penting bagi Semen Padang dalam menghadapi persaingan Championship yang terkenal ketat.
Tak hanya itu, klub juga merekrut Andre Pangestu, mantan pemain Timnas Indonesia U-17 yang diproyeksikan menjadi bagian dari regenerasi skuad.
Di sektor pertahanan, Semen Padang berhasil mendapatkan tambahan tenaga penting setelah mengamankan jasa Bagas Kaffa.
Kehadiran mantan pemain Barito Putera itu menjadi suntikan kekuatan tersendiri bagi lini belakang Kabau Sirah.
Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, bahkan mengisyaratkan bahwa perburuan pemain belum selesai.
Manajemen masih menyiapkan kejutan lain, termasuk pemain asing yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Kami juga memastikan dua nama pemain asing yang akan digunakan musim ini ditunggu saja pengumumannya. Sementara yang satu masih dalam tahap negosiasi,” ujarnya.
Meski aktif mendatangkan pemain baru, Semen Padang tidak melupakan fondasi tim yang sudah ada.
Sejumlah pemain inti tetap dipertahankan untuk menjaga keseimbangan skuad.
Nama-nama seperti Ikram Algiffari, David Maulana, Bachtiar A. Iqbal, Firman Juliansyah, dan M. Kasim Botan telah mendapatkan perpanjangan kontrak hingga 2027.
Kombinasi antara pemain berpengalaman, talenta muda, serta pembenahan struktur kepelatihan menunjukkan bahwa Semen Padang tidak ingin berlama-lama berada di kasta kedua.
Kini, proyek kebangkitan Kabau Sirah telah dimulai. Dengan skuad yang terus dibangun dan target promosi yang sudah dicanangkan sejak awal, Semen Padang FC berharap musim 2026/2027 menjadi langkah awal untuk kembali ke panggung tertinggi sepak bola nasional dan mengembalikan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.





