RiauKampar

Jagung Pipil Tumpang Sari di Kampar Kiri Hilir Diprediksi Panen September 2026

×

Jagung Pipil Tumpang Sari di Kampar Kiri Hilir Diprediksi Panen September 2026

Sebarkan artikel ini
Jagung Pipil Tumpang Sari di Kampar Kiri Hilir Diprediksi Panen September 2026
Jagung Pipil Tumpang Sari di Kampar Kiri Hilir Diprediksi Panen September 2026

INGATLAH.COM – Di tengah hamparan lahan pertanian Desa Sungai Simpang Dua, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, deretan tanaman jagung muda tumbuh rapi mengikuti garis tanam.

Di balik hijaunya daun-daun yang mulai merimbun, tersimpan optimisme para petani dalam menyongsong panen yang menjanjikan.

Selasa pagi (23/6/2026), Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo turun langsung ke lahan tersebut.

Bersama Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa, Suparman, serta para petani, ia meninjau perkembangan tanaman jagung pipil yang dibudidayakan dengan sistem tumpang sari.

Langkah mereka menyusuri lahan milik Parman, salah satu anggota kelompok tani, terasa penuh perhatian.

Di atas lahan seluas setengah hektare itu, jagung varietas Ramoro yang ditanam dengan jarak 30 x 60 sentimeter tumbuh seragam.

Usianya baru 20 hari sejak ditanam pada awal Juni, namun kondisinya tampak sehat dan terawat.

Tak hanya melihat, AKP Era Maifo juga berdialog dengan para petani. Mereka membahas teknik perawatan, pemupukan, hingga potensi kendala yang mungkin muncul.

Baca Juga  Gubernur Riau Soroti Kabel Semrawut di Jembatan Siak I, PUPR Diminta Bertindak

Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan tanda-tanda serangan hama maupun penyakit.

Sebuah pertanda baik bagi keberhasilan panen yang diperkirakan berlangsung pada awal September mendatang.

Bagi jajaran kepolisian, kehadiran di tengah lahan pertanian ini bukan sekadar kunjungan biasa.

Ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang kini menjadi salah satu prioritas pembangunan.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang mengelola lahan pertanian mendapatkan dukungan dan motivasi. Sistem tumpang sari yang diterapkan ini terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah luas lahan,” ujar AKP Era Maifo di sela kegiatan.

Ia juga menyoroti semangat kemandirian para petani yang mengelola usaha pertanian secara swadaya.

Menurutnya, kekuatan utama sektor pertanian tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam mengolah potensi yang dimiliki.

Baca Juga  Harapan Swasembada Pangan Tumbuh di Hamparan Jagung Tapung

Kehadiran aparat kepolisian pun disambut positif oleh para petani. Ketua Kelompok Tani Rukun Sentosa, Suparman, mengaku pendampingan yang diberikan menjadi suntikan semangat bagi anggotanya.

“Kami merasa diperhatikan dan didukung. Kondisi tanaman saat ini sangat baik, dan kami optimistis hasil panen nanti maksimal,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah personel Polsek Kampar Kiri Hilir dan perangkat desa yang ikut memastikan seluruh aspek pertanian berjalan optimal, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, hingga pola pemupukan.

Langkah kecil di lahan seluas 0,5 hektare ini menjadi bagian dari gerakan besar menuju swasembada pangan.

Dengan pendampingan yang berkelanjutan, keberhasilan Kelompok Tani Rukun Sentosa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya.

Dari desa, harapan itu tumbuh. Dari tangan para petani, ketahanan pangan bangsa perlahan dibangun kuat, mandiri, dan berkelanjutan.