INGATLAH.COM – Teka-teki identitas mayat yang ditemukan warga di dalam semak-semak di pinggir Jalan Lintas Lubuk Jambi-Pucuk Rantau Kuansing akhirnya terungkap.
Mayat itu diketahui berjenis kelamin laki-laki warga Desa Lubuk Ramo, Kecamatan Kuantan Mudik.
“Mayat itu berinisial SML usia 24 tahun,” kata Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar, Selasa (2/6/2026).
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Sebelumnya, INGATLAH.COM memberitakan personel Polsek Kuantan Mudik bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Kuansing langsung menuju lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan dari warga.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, personel langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Teluk Kuantan guna keperluan visum,” kata AKP Riduan, Selasa (2/6/2026).
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 15.15 WIB oleh dua orang saksi berinisial CZ dan WG yang sedang melintas di Jalan Lintas Lubuk Jambi–Pucuk Rantau.
Saat berhenti di lokasi, salah seorang saksi menemukan sebuah tas kecil di pinggir jalan.
Ketika diperiksa, tas tersebut berisi telepon genggam yang diketahui milik korban.
Temuan itu membuat saksi curiga, terlebih di sekitar lokasi juga ditemukan pecahan bodi sepeda motor yang berserakan di badan jalan.
Kedua saksi kemudian menelusuri area semak-semak di pinggir jalan. Tak lama berselang, mereka menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian”, tambahnya.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban dalam kondisi rusak, pecahan bodi kendaraan, sebuah tas kecil, serta satu unit telepon genggam merek Vivo.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal”, ungkap Riduan.
Dugaan itu diperkuat dengan kondisi sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat benturan keras.
Namun demikian, polisi masih menunggu hasil visum dan pendalaman lebih lanjut terhadap sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Saat ini penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menunggu hasil visum untuk mengetahui secara pasti kronologi serta penyebab kejadian,” jelas AKP Riduan.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak melakukan aksi balap liar maupun aktivitas berkendara yang membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Hindari balap liar maupun tindakan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal,” pungkasnya.





