HukrimPekanbaru

Petugas Bongkar Tempat Persembunyian Barang Terlarang di Lapas Pekanbaru

×

Petugas Bongkar Tempat Persembunyian Barang Terlarang di Lapas Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Razia 6 Blok Lapas Pekanbaru, HP hingga Senjata Rakitan Ditemukan

INGATLAH.COM – Penggeledahan besar-besaran yang dilakukan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru menyasar seluruh blok hunian warga binaan tanpa terkecuali, termasuk blok tahanan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Pelaksana Harian (Plh) Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup mengatakan, razia dilakukan secara menyeluruh mulai dari Blok A hingga Blok F dengan melibatkan total 67 petugas lapas yang dibantu personel TNI, Polri, dan Brimob.

“Seluruh blok kami lakukan razia. Ada 67 petugas lapas yang dilibatkan dan dibantu personel TNI, Polri serta Brimob,” ujar Yusup.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan berbagai barang terlarang yang disembunyikan warga binaan di lokasi tidak terduga. Barang sitaan bukan hanya senjata tajam dan handphone, tetapi juga berbagai alat elektronik.

Baca Juga  Dua Bocah Tewas di Kolam Galian Bata di Tenayan Raya, Begini Kata Kapolda Herimen

Petugas menyita speaker, kabel rakitan, charger handphone, kipas angin rusak hingga mesin cukur yang ditemukan di dalam kamar tahanan.

“Ada yang disimpan di ember, lipatan kain, lemari, jemuran sampai tempat air minum,” ungkap Yusup kepada INGATLAH.COM

Menurutnya, warga binaan kerap mencari celah untuk menyembunyikan barang-barang terlarang agar tidak terdeteksi saat pemeriksaan rutin dilakukan petugas.

Karena itu, razia gabungan dilakukan secara mendadak dan menyeluruh guna memastikan kondisi keamanan lapas tetap terkendali.

Yusup menegaskan pihak lapas akan memperketat pengawasan untuk mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan penjara.

Baca Juga  Ditonton 22 Juta Kali, Video Dugaan Penganiayaan Perempuan di Pekanbaru Kini Ditangani Polisi

Salah satu langkah yang akan dimaksimalkan adalah penggunaan metal detector pada setiap akses pemeriksaan barang dan pengunjung.

Selain itu, penguatan integritas petugas juga menjadi perhatian serius guna mencegah adanya oknum yang bermain dalam penyelundupan barang ke lapas.

Pihak lapas berharap razia rutin seperti ini dapat memberikan efek jera kepada warga binaan sekaligus mempersempit ruang gerak praktik ilegal di dalam penjara.

“Kami ingin memastikan lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan maupun memicu tindak pidana baru dari dalam lapas,” tutup Yusup.