INGATLAH.COM – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun berinisial SP yang meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang hotel berbintang di Kota Bandar Lampung, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Polisi mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian, baik dari pihak pengelola hotel maupun pengawasan terhadap korban saat berada di area kolam renang.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian nahas tersebut.
“Beberapa saksi sudah kita periksa, mulai dari orang tua korban, saksi di lokasi kejadian, hingga karyawan hotel,” ujar Gigih, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, penyelidikan masih berfokus pada aspek pengawasan di area kolam renang.
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut dan masih membuka kemungkinan adanya kelalaian dari berbagai pihak.
“Masih kita dalami terkait adanya kelalaian dari orang tua, karyawan, ataupun pihak lainnya,” jelasnya.
Sebagai langkah sementara, polisi telah memberikan imbauan sekaligus larangan penggunaan kolam renang selama proses penyelidikan berlangsung.
“Yang pasti sudah ada imbauan dan larangan untuk tidak menggunakan kolam tersebut,” tambahnya.
Tim penyidik juga berencana kembali memanggil pihak manajemen hotel guna dimintai keterangan tambahan.
Hingga kini, perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan dan belum ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah hal yang menjadi perhatian, terutama terkait sistem pengawasan di area kolam renang.
“Yang pasti ada beberapa hal, salah satunya pengawasan yang masih harus kita dalami lagi,” tegas Gigih.
Sebelumnya, petugas Inafis bersama anggota Polsek Teluk Betung Utara telah melakukan olah TKP di kolam renang Hotel Swiss-Bel Bandar Lampung, lokasi tempat korban ditemukan tenggelam.
Pihak keluarga korban diketahui telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian agar kasus ini diusut tuntas.
Polisi kini terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti tambahan guna memastikan kronologi lengkap sekaligus menentukan ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden yang merenggut nyawa bocah tersebut.





