HukrimPekanbaru

Quarry Diduga Jadi Penyebab Abrasi, Masyarakat Minta Polda Turun Tangan

×

Quarry Diduga Jadi Penyebab Abrasi, Masyarakat Minta Polda Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Warga Dusun III Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, resmi melayangkan pengaduan masyarakat (Dumas) terkait aktivitas dua quarry atau galian C yang beroperasi di RT 02 RW 01 kepada Ditreskrimsus Polda Riau dan Kapolda Riau, Jumat (8/5/2026).

Laporan tersebut disampaikan karena masyarakat menilai aktivitas quarry diduga telah memicu abrasi dan longsor di tebing sungai hingga mengancam keselamatan warga serta merusak lingkungan sekitar.

Dalam isi pengaduan, warga mengungkap kondisi jembatan gantung penghubung di Dusun III Durian Tandang kini semakin mengkhawatirkan. Tebing sungai di sekitar jembatan disebut terus mengalami keruntuhan yang diduga dipicu aktivitas pengerukan di lokasi quarry.

Tak hanya mengancam akses masyarakat, abrasi juga berdampak langsung terhadap permukiman warga yang berada di bantaran sungai. Bahkan, beberapa rumah disebut kini hanya berjarak sekitar satu meter dari bibir sungai akibat tanah terus longsor dan terkikis.

Baca Juga  Pengurus Gema Sadhana Riau Resmi Dilantik, Didorong Berkontribusi Nyata

“Sudah banyak tebing runtuh. Rumah warga sekarang ada yang tinggal sekitar satu meter dari sungai,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain itu, kerusakan lingkungan juga dirasakan para pemilik kebun sawit. Warga menyebut banyak pohon sawit tumbang dan jatuh ke sungai akibat abrasi yang terus meluas di sekitar lokasi quarry.

Masyarakat mengaku sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Warga bahkan sempat mendatangi lokasi dan melakukan protes langsung terhadap aktivitas quarry. Namun, upaya tersebut disebut tidak mendapat respons serius dari pihak pengelola.

Menurut warga, hingga kini masih terdapat dua quarry yang aktif beroperasi di wilayah RT 02 RW 01 Dusun III Durian Tandang. Kondisi itu membuat masyarakat mempertanyakan lemahnya pengawasan dan penindakan dari aparat maupun pemerintah daerah.

Baca Juga  Sosok AR, Mahasiswi 22 Tahun yang Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos Pekanbaru

“Setiap ada operasi penertiban, kami tidak pernah melihat aparat sampai ke lokasi quarry ini,” kata warga lainnya.

Melalui pengaduan itu, masyarakat berharap Polda Riau bersama instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas quarry yang diduga merusak lingkungan tersebut.

Warga juga meminta aktivitas quarry dihentikan demi mencegah kerusakan yang lebih parah serta menghindari ancaman terhadap keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

“Kami sangat berharap kepada Kapolda Riau agar menutup aktivitas quarry tersebut demi keselamatan lingkungan di dusun kami,” harap warga.