PEKANBARU – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru tengah menjadi sorotan. Pasalnya, disana gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid tengah diadili.
Tak tanggung-tanggung, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi itu digelar dua kali sepekan pada Rabu dan Kamis.
Sejumlah saksi yang merupakan ASN di Pemprov Riau telah hadir memberikan keterangan.
Pantauan ingatlah.com, saat sidang yang saat ini beragendakan pemeriksaan saksi ruang sidang selalu penuh sesak dihadiri warga yang mengaku simpatisan Abdul Wahid.
Publik pun menyoroti integritas pemerintahan daerah, terutama karena Abdul Wahid sebelumnya dikenal sebagai sosok dengan latar belakang sederhana dan perjalanan politik yang cukup panjang.
- Sosok Abdul Wahid
Abdul Wahid lahir di Dusun Anak Peria, Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980.
Ia dikenal sebagai figur yang tumbuh dari kehidupan sederhana di kampung pesisir.
Masa kecilnya tidak mudah. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih berusia 10 tahun, membuat Wahid harus ikut membantu keluarga sejak dini.
Dalam bidang pendidikan, ia menyelesaikan sekolah dasar di SD Negeri Sei Simbar, lalu melanjutkan pendidikan ke MTs dan MA di Tembilahan.
Setelah itu, ia menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Ashhabul Yamin, Lasi Tuo, Ampek Angkek Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Lingkungan pesantren disebut banyak membentuk karakter Abdul Wahid menjadi pribadi yang disiplin, sederhana, dan religius.
Usai menamatkan pendidikan pesantren, ia melanjutkan kuliah di IAIN Suska Riau yang kini menjadi UIN Suska Riau dengan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam.
- Karier Politik
Perjalanan politik Abdul Wahid bermula dari aktivitasnya di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Dari sana, ia kemudian bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kariernya di partai terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Riau sebelum dipercaya memimpin DPW PKB Riau sejak 2011.
Abdul Wahid kemudian terpilih sebagai anggota DPRD Riau selama dua periode. Karier politiknya berlanjut ke tingkat nasional setelah terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.
Puncak karier politiknya diraih saat memenangkan Pemilihan Gubernur Riau 2025 bersama pasangannya, S. F. Hariyanto.
- Kini Duduk di Kursi Terdakwa
Namun perjalanan politik Abdul Wahid kini berada di titik paling berat.
KPK masih terus berupaya mengungkap keterlibatan Abdul Wahid dalam kasus korupsi proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tersebut.
Saat ini, Abdul Wahid tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru terkait dugaan korupsi tersebut.
Kasus yang menjeratnya menjadi perhatian publik sekaligus ujian besar bagi pemerintahan di Provinsi Riau.





