UtamaPekanbaruRiau

Kawal Sidang Abdul Wahid, Ribuan Simpatisan Tetap Padati PN Pekanbaru di Tengah Hujan

×

Kawal Sidang Abdul Wahid, Ribuan Simpatisan Tetap Padati PN Pekanbaru di Tengah Hujan

Sebarkan artikel ini
Kawal Sidang Abdul Wahid, Ribuan Simpatisan Tetap Padati PN Pekanbaru di Tengah Hujan
Beginilah penampakan saat simpatisan menyambut kedatangan Abdul Wahid ditengah guyuran hujan di PN Pekanbaru.(ist)

INGATLAH.COM – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak pagi, Rabu (6/5), tak menyurutkan langkah simpatisan untuk memadati Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Mereka tetap bertahan guna mengawal sidang lanjutan Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid, sebagai bentuk dukungan sekaligus tuntutan atas keadilan.

Guyuran hujan justru menjadi gambaran kuat loyalitas para pendukung. Dengan payung dan jas hujan seadanya, massa terus berdatangan dan memadati area pengadilan.

Sejumlah simpatisan bahkan terlihat sigap memayungi Abdul Wahid saat tiba di lokasi persidangan.

Baca Juga  Kejari Indragiri Hilir Dalami Dugaan Korupsi Belanja Obat-Obatan Dinkes Inhil 2022

Di halaman gedung pengadilan, suara dukungan menggema tanpa henti. Massa secara bergantian meneriakkan “Bebaskan Wahid, Wahid tak salah,” dengan nada tegas, meski hujan masih turun deras.

Sementara itu, suasana di dalam ruang sidang tak kalah padat. Pengunjung yang ingin menyaksikan jalannya persidangan telah memenuhi seluruh kursi yang tersedia, bahkan sebelum majelis hakim memulai agenda sidang.

Di tengah kerumunan, seorang simpatisan menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan karena bayaran, melainkan bentuk keyakinan terhadap sosok Abdul Wahid.

Baca Juga  PSIM Yogyakarta Tutup Pramusim dengan Kemenangan, Begini Kata Pelatih Van Gastel 

“Kami bukan massa bayaran,” ujar seorang ibu paruh baya dengan nada tegas.

Ia menambahkan, dukungan tersebut murni dilandasi harapan agar keadilan dapat ditegakkan dalam perkara yang tengah dihadapi.

Meski hujan belum menunjukkan tanda mereda, semangat para pendukung tetap membara.

Teriakan dukungan terus menggema, menjadi simbol harapan bagi mereka yang menantikan putusan akhir dari proses hukum yang masih berjalan.