PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Supriadi, mengajak seluruh pihak, khususnya aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai langkah sederhana dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus ketahanan pangan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Supriadi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop From Home yang digelar BPSDM Riau dan disiarkan secara daring melalui kanal YouTube, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, pemanfaatan tanaman pekarangan atau konsep apotek hidup memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
“Rasanya hampir tidak ada rumah di Riau yang tidak memiliki pekarangan, meskipun hanya dua sampai tiga meter. Lahan kecil itu sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan dapur,” ujarnya.
Supriadi menjelaskan, tren pemanfaatan lahan sempit kini juga mulai diterapkan di berbagai negara sebagai strategi menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga ketersediaan pangan keluarga.
Ia menilai, meningkatnya kebutuhan hidup membuat masyarakat perlu mencari solusi mandiri, salah satunya melalui penanaman tanaman pangan di rumah.
Tiga Masalah di Balik Piring Makan
Dalam pemaparannya, Supriadi menyoroti tiga persoalan utama yang sering terjadi dalam kebutuhan pangan sehari-hari.
Pertama, inflasi pangan akibat harga bumbu dapur yang cenderung fluktuatif, terutama komoditas cabai yang kerap menjadi penyumbang kenaikan inflasi.
Kedua, kualitas bahan pangan di pasaran yang berpotensi mengandung residu pestisida kimia.
Ketiga, pentingnya kemandirian keluarga dalam mengontrol konsumsi pangan sehat dan aman.
“Kondisi saat ini tidak sepenuhnya baik. Inflasi pangan terus terjadi dan bahan dapur menjadi salah satu penyebabnya. Karena itu, keluarga perlu mulai mandiri,” jelasnya.
Mulai dari Hal Sederhana
Supriadi mencontohkan, menanam cabai di pekarangan rumah dapat menjadi langkah awal yang mudah dilakukan masyarakat.
Menurutnya, jika satu keluarga menanam minimal 10 batang cabai dan berhasil panen, maka kebutuhan dapur harian dapat terbantu sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Cost bisa kita kurangi, residu pestisida bisa diminimalkan, dan kita memperoleh kemandirian pangan dari keluarga sendiri,” katanya.
Ia berharap para ASN dapat menjadi contoh bagi masyarakat dengan memulai gerakan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan daerah.
“Kita semua adalah bagian dari puzzle besar ketahanan pangan dan ekonomi. Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan keluarga,” tutupnya.





