PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi calon siswa SMP. Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Pemko berencana menggandeng 21 sekolah swasta guna menambah daya tampung peserta didik.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan kesempatan bersekolah, meski tidak tertampung di SMP negeri.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah. Tahun lalu kita sudah bekerja sama dengan sekitar 17 hingga 19 SMP swasta, dan tahun ini direncanakan bertambah menjadi 21 sekolah,” ujar Tommy, Minggu (12/4/2026).
Melalui kerja sama tersebut, siswa yang tidak tertampung di SMP negeri akan dialihkan ke sekolah swasta mitra tanpa dipungut biaya. Pemko Pekanbaru akan menyalurkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah guna menanggung kebutuhan pendidikan mereka.
Tommy menegaskan, kualitas pendidikan di sekolah swasta yang terlibat tetap terjamin. Hal ini karena sekolah-sekolah tersebut telah berada di bawah pengawasan Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), sehingga standar pembelajarannya setara dengan SMP negeri.
“Anak-anak yang masuk ke sekolah swasta mitra tetap mendapatkan pendidikan gratis karena didukung dana BOS daerah, dan kualitasnya juga terjamin,” jelasnya.
Dinas Pendidikan Pekanbaru saat ini juga telah melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan SPMB yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Tercatat, sebanyak 52 SMP negeri di Kota Pekanbaru akan membuka pendaftaran pada tahun ini.
Dengan adanya kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta, Pemko Pekanbaru optimistis tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.





