INGATLAH – Tekanan berat kini tengah membayangi Semen Padang FC dalam persaingan BRI Super League 2025/2026.
Kekalahan telak 0-4 dari Bhayangkara FC memaksa tim berjuluk Kabau Sirah tersebut terperosok ke peringkat ke-17 klasemen sementara, yang merupakan area zona degradasi.
Menanggapi kondisi tim yang kian sulit, Direktur Utama Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, memastikan bahwa manajemen tidak akan tinggal diam.
Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih terus berlanjut hingga kompetisi berakhir.
Saat ini, Kabau Sirah terpaut selisih dua poin dari PSBS Biak yang berada di batas aman klasemen.
Namun, tantangan semakin berat mengingat PSBS Biak masih mengantongi tabungan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan Semen Padang FC.
Penurunan posisi ini tidak lepas dari performa tim yang kurang konsisten dalam lima laga terakhir.
Tercatat, Semen Padang FC hanya mampu mengemas satu kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan dua kekalahan.
Hermawan menjelaskan bahwa evaluasi total sedang dilakukan, baik dari aspek teknis maupun nonteknis, guna mendongkrak performa di sisa putaran kedua.
“Kami belum menyerah. Manajemen terus melakukan evaluasi. Putaran kedua ini kami sudah habis-habisan melakukan pembenahan. Kalau hasilnya belum maksimal, tentu akan ada langkah tegas,” ujar Hermawan.
Manajemen tetap optimis Kabau Sirah mampu bangkit pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Hermawan menilai kehadiran dan dukungan total dari para suporter, terutama dalam setiap laga kandang, menjadi kunci untuk memotivasi mental bertanding para pemain.
Selain dukungan moral, tim pelatih juga telah diberikan target khusus untuk meraih poin penuh pada pertandingan mendatang.
Kemenangan menjadi syarat mutlak jika ingin menjaga peluang bertahan di BRI Super League musim ini.
Meski selisih poin dengan zona aman tergolong tipis, konsistensi di setiap laga akan menjadi penentu apakah Kabau Sirah mampu meloloskan diri dari ancaman degradasi atau tidak. (*)





