OlahragaUtama

PSIM Yogyakarta Tekuk Semen Padang 1-0, Dejan Antonic Kritik VAR

×

PSIM Yogyakarta Tekuk Semen Padang 1-0, Dejan Antonic Kritik VAR

Sebarkan artikel ini
Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic. (Foto: Semenpadangfc)

INGATLAH – PSIM Yogyakarta akhirnya memecah kebuntuan dengan mengantongi kemenangan pertama mereka di ajang BRI Super League tahun 2026.

Berlaga di Stadion Sultan Agung pada Minggu (4/1), Laskar Mataram sukses menundukkan Semen Padang FC dengan skor tipis 1-0.

Gol penentu kemenangan tuan rumah dilesakkan oleh Ze Valente melalui eksekusi penalti pada menit ke-64.

Hasil positif ini sekaligus menjadi momentum kebangkitan skuad asuhan Jean Paul van Gastel setelah sebelumnya hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan PSBS Biak.

Meski laga berjalan sengit, hasil pertandingan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic.

Usai laga, Dejan melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit asal Korea Selatan, Ko Hyungjin, yang dinilai merugikan timnya, terutama terkait proses pengambilan keputusan penalti.

Baca Juga  Dua Gol Ramon de Andrade Souza Bungkam Semen Padang, Persib Bawa Pulang Tiga Poin

“Saat babak pertama berjalan, wasit memberikan penalti terhadap tim lawan yang hanya dilihat saja tanpa melihat VAR terlebih dahulu. Saat itu, wasit hanya bilang hand is not natural, tetapi saat itu VAR tidak berfungsi,” ujar Dejan Antonic.

Pelatih asal Serbia tersebut juga mempertanyakan konsistensi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang dianggapnya bermasalah di lapangan.

“Setelah penalti baru VAR bekerja. Bagaimana itu? Kalau VAR tidak jalan, seharusnya pertandingan dihentikan dulu,” tegasnya.

Walau merasa dicurangi oleh keputusan pengadil lapangan, Dejan tetap memberikan apresiasi kepada para penggawa Kabau Sirah yang telah berjuang maksimal, meski beberapa pemain tampil dalam kondisi fisik yang tidak prima.

Baca Juga  Rendy Oscario Segera Kembali ke Semen Padang FC Status Pinjaman

Di sisi lain, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, mengakui bahwa mengamankan tiga poin dari Semen Padang bukanlah perkara mudah. Ia menyoroti strategi low block atau pertahanan rendah yang diterapkan oleh tim tamu.

“Dengan penerapan strategi seperti itu, kami merasa kesulitan. Terlebih lawan bermain dengan semangat tinggi. Meski begitu, dalam pertandingan ini kami jadi bisa belajar untuk harus merespons di lapangan,” ungkap Van Gastel.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi PSIM Jogja untuk terus merangkak naik di klasemen sementara Super League musim 2025/2026. (*)