Berita

Pemko Padang Panjang Screening Kesehatan Mental Siswa SMPN 5

×

Pemko Padang Panjang Screening Kesehatan Mental Siswa SMPN 5

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang melalui Tim Penanganan Kasus dan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melakukan aksi nyata dalam melindungi generasi muda, Senin (23/2/2026).

Sebanyak ratusan siswa SMP Negeri 5 Padang Panjang menjalani screening kesehatan mental sebagai langkah deteksi dini persoalan psikologis.

Kegiatan yang menyasar seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX ini bertujuan untuk memetakan kondisi kejiwaan anak sejak dini.

Proses pengisian instrumen dilakukan dengan pendampingan langsung dari Tim Penanganan Kasus UPTD PPA Kota Padang Panjang untuk memastikan keakuratan data.

Sekretaris Dinas Sosial PPKBPPPA, Azani Maizuar, menekankan bahwa kesehatan mental merupakan faktor kunci dalam meminimalisir risiko kekerasan terhadap anak.

Baca Juga  Menuju Pemilu 2029, Rahmat Saleh Dorong Desain Sistem Demokrasi Berbasis Riset Ilmiah

“Kesehatan mental anak harus menjadi perhatian bersama. Dengan deteksi dini, kita bisa melakukan intervensi lebih cepat dan tepat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Winarno, yang memantau langsung proses di ruang-ruang kelas, menyatakan bahwa screening ini adalah fondasi penting.

Program ini dirancang untuk membangun sistem perlindungan anak yang lebih responsif dan terintegrasi di tingkat kota.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kesehatan mental adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Baca Juga  Walikota Lepas PSPP Padang Panjang ke Liga 4 Sumbar

“Kesehatan mental anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Melalui screening ini, kita ingin memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan,” tegas Hendri Arnis secara terpisah.

Pemko Padang Panjang berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi terkait.

Jika hasil screening menunjukkan adanya indikasi persoalan mental atau sosial, pemerintah akan segera melakukan penanganan melalui pendekatan profesional guna menjamin perlindungan maksimal bagi siswa. (*)