INGATLAH – Rombongan Deputi Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja ke lokasi sementara SD 49 Batang Kabung di Pustu Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (10/2/2026) pagi.
Peninjauan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi pendidikan pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Asisten III Setdako Padang, Corri Saidan, yang mewakili Wali Kota Padang, menyampaikan apresiasinya atas perhatian DPN terhadap pemulihan infrastruktur pendidikan di Kota Padang yang terdampak rentetan bencana banjir dan longsor sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Dalam kunjungannya, Corri mengungkapkan bahwa Kecamatan Koto Tangah merupakan salah satu wilayah dengan dampak terparah. Secara keseluruhan di Kota Padang, tercatat 852 rumah terdampak, 11 korban jiwa, dan dua orang masih dinyatakan hilang.
Khusus untuk SD 49 Batang Kabung, bencana tersebut mengakibatkan hilangnya lahan dan bangunan sekolah secara fisik.
“Di SD 49 Batang Kabung ini, tanah dan bangunan sekolah hilang akibat bencana, dengan total kerugian sekitar Rp4,5 miliar. Pemerintah Kota Padang telah mengajukan proposal rehabilitasi dan rekonstruksi ke pemerintah pusat,” jelas Corri Saidan.
Perwakilan Deputi Bidang Geoekonomi DPN, Didik Kurniawan, menegaskan bahwa hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan laporan penting bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan di Sumatera Barat.
“Apa yang kami lihat hari ini akan kami sampaikan kepada pimpinan di Jakarta. Kami yakin, dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, pemulihan wilayah terdampak di Sumatera Barat dapat segera dilakukan,” ujar Didik Kurniawan.
Sebagai bentuk empati, rombongan DPN juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah, bingkisan, serta hadiah bagi para siswa yang saat ini harus belajar di lokasi pengungsian sementara.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, serta unsur pimpinan kecamatan dan kelurahan setempat.
Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses rekonstruksi gedung sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal. (*)





