INGATLAH – Satu unit sekolah dan puluhan rumah warga yang berada di bantaran Sungai Batang Kenaikan, Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), terancam runtuh akibat abrasi sungai yang semakin parah.
Abrasi terjadi setelah perubahan aliran Sungai Batang Kenaikan menggerus tebing sungai di kawasan permukiman warga dan fasilitas umum.
Kondisi tersebut membuat tanah di sekitar bangunan menjadi labil dan rawan longsor, terutama saat debit air sungai meningkat.
Penjabat (Pj) Wali Nagari Seberang Kenaikan, Gafarli, Kamis (29/1/2026), mengatakan abrasi telah mengancam bangunan MTsN 7 Pasaman Barat.
Bagian belakang sekolah kini berada sangat dekat dengan tebing sungai yang terus tergerus arus.
“Perubahan aliran sungai membuat tanah di sekitar sekolah dan rumah warga menjadi tidak stabil. Jika tidak segera ditangani, bangunan berisiko amblas ke sungai,” kata Gafarli.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi dan banjir yang kerap melanda wilayah itu sejak akhir November hingga Desember 2025.
Intensitas hujan yang tinggi mempercepat pengikisan tebing sungai di sejumlah titik rawan.
Selain mengancam permukiman dan sekolah, banjir juga berdampak pada ratusan hektare lahan persawahan warga di sekitar aliran Sungai Batang Kenaikan. Sejumlah fasilitas pendukung pertanian turut mengalami kerusakan.
Warga yang rumahnya berada dekat tebing sungai mengaku khawatir, terutama saat hujan deras turun. Arus sungai yang deras dikhawatirkan dapat merobohkan bagian belakang rumah.
“Kalau hujan deras, kami tidak bisa tidur. Arus sungai sangat kuat,” ujar Suip Nasution, warga setempat.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan, seperti normalisasi sungai serta pembangunan dan penguatan penahan tebing di kawasan permukiman dan sekolah.
Saat ini, ratusan rumah di sepanjang aliran Sungai Batang Kenaikan juga dinilai berpotensi mengalami ancaman serupa jika tidak segera dilakukan penanganan menyeluruh.





