Kampar

Hampir 7 Tahun Mangkrak, Jembatan Penghubung Rumbio Jaya–Pasar Rumbio Terbengkalai

×

Hampir 7 Tahun Mangkrak, Jembatan Penghubung Rumbio Jaya–Pasar Rumbio Terbengkalai

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Warga Desa Rumbio Jaya, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, mempertanyakan kelanjutan pembangunan jembatan penghubung yang hingga kini tak kunjung rampung dan diduga mangkrak hampir tujuh tahun.

Jembatan tersebut direncanakan menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, dengan Pasar Rumbio, Kecamatan Kampar.

Infrastruktur ini diharapkan menjadi jalur utama aktivitas ekonomi warga, mulai dari perdagangan hingga akses layanan publik.

Namun sejak mulai dikerjakan sekitar tahun 2019, proyek pembangunan jembatan itu terhenti tanpa kejelasan.

Hingga memasuki tahun 2026, tidak ada progres lanjutan maupun penjelasan resmi dari pemerintah daerah atau instansi terkait.

Secara fisik, bangunan jembatan hanya menyisakan tiga tiang utama. Kondisinya kini memprihatinkan, mulai rusak, ditumbuhi semak belukar dan rumput liar, serta menunjukkan tanda-tanda lama terbengkalai.

Baca Juga  Tak Ada Sekat Seragam Polisi dan Anak Disabilitas, Polres Kampar Nobar Film “Istimewa”

Akibat mangkraknya proyek tersebut, masyarakat Desa Rumbio Jaya menjadi pihak yang paling dirugikan.

Warga terpaksa memutar cukup jauh untuk beraktivitas, dengan menggunakan jalur alternatif melalui jembatan gantung di Sungai Kampar yang menghubungkan Kampung Tengah dan Desa Pulau Payung.

Tokoh Masyarakat Kenegerian Rumbio Jaya, H. Muaslam, SH, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebut proyek jembatan ini seolah dibiarkan tanpa kepastian.

“Sudah hampir tujuh tahun, tapi tidak ada kelanjutan. Kami tidak tahu apa kendalanya, apakah anggaran atau hal lain. Yang jelas, masyarakat dirugikan,” kata Muaslam, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas harian warga, terutama untuk kegiatan ekonomi dan akses ke pusat pelayanan masyarakat.

Ia juga menilai minimnya informasi resmi dari pemerintah semakin menambah kekecewaan warga. Masyarakat, kata Muaslam, hanya menginginkan kejelasan atas nasib proyek tersebut.

Baca Juga  Kebakaran Lahap 11 Ruko di Pasar Kuok Kampar, Begini Kata Polisi

“Kami hanya ingin kepastian. Kalau memang dilanjutkan, kapan. Kalau ada masalah, tolong dijelaskan ke masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, warga menyatakan kesediaannya jika anggaran pembangunan infrastruktur lain di wilayah Kenegerian Rumbio Jaya harus dialihkan demi kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.

“Kalau ada sebatang paku dari pemerintah untuk pembangunan infrastruktur lain di Kenegerian Rumbio Jaya ini, kami rela dialihkan untuk keberlanjutan pembangunan jembatan ini,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai alasan terhentinya proyek maupun rencana kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar pembangunan infrastruktur yang menyangkut kepentingan umum tidak terus dibiarkan mangkrak dan merugikan masyarakat desa. (Tim)