INGATLAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang terus mengintensifkan penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan jebolnya saluran irigasi di kawasan Gunung Nago.
Salah satu fokus utama penanganan adalah pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak.
Sejak awal kejadian hingga memasuki fase pascabencana, BPBD Kota Padang telah melakukan distribusi air bersih secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan kepada masyarakat mencapai lebih dari satu juta liter, yang didistribusikan langsung ke permukiman warga menggunakan armada mobil tangki.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang menyampaikan bahwa suplai air bersih menjadi prioritas karena terganggunya sumber air mandiri milik warga akibat banjir bandang.
“Mulai dari awal kejadian hingga pascabencana, BPBD telah menyalurkan lebih dari satu juta liter air bersih. Hampir satu minggu terakhir kami memfokuskan distribusi di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji, karena sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut tidak menggunakan layanan PDAM,” ujar Kalaksa BPBD Kota Padang.
Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, BPBD Kota Padang mendapat dukungan dari berbagai pihak.
PDAM Kota Padang turut berperan aktif bersama sejumlah instansi dan lembaga, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, serta perusahaan BUMN dan BUMD.
Selain itu, pemerintah kota dan kabupaten serta provinsi tetangga, unsur relawan, dan pihak swasta juga terlibat dalam upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
BPBD menegaskan, distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi sumber air warga kembali normal dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
“Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas kami. Distribusi air bersih akan terus dilanjutkan sampai kondisi benar-benar pulih,” tegas Kalaksa.





