Pekanbaru

Peristiwa Situjuh ke-77 Diperingati Khidmat, Bupati Safni: Bukan Sekadar Sejarah Lokal

×

Peristiwa Situjuh ke-77 Diperingati Khidmat, Bupati Safni: Bukan Sekadar Sejarah Lokal

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lima Puluh Kota menggelar upacara peringatan Peristiwa Situjuh ke-77 secara khidmat dan sederhana di Lapangan Chatib Sulaiman, Jorong Tengah, Nagari Situjuh Batur, Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Kamis (15/1/2026).

Upacara tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, jajaran Forkopimda, unsur TNI-Polri, aparatur sipil negara lintas OPD, hingga pelajar.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang.

Dalam amanatnya, Bupati Safni menegaskan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai sejarah dan semangat perjuangan yang terkandung dalam Peristiwa Situjuh, khususnya dalam konteks mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tengah Agresi Militer Belanda II.

Baca Juga  Madura United Pulangkan Angga Saputro, Siap Perketat Persaingan di Bawah Mistar

“Peristiwa Situjuh adalah simbol perjuangan luar biasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ini bukan sekadar sejarah lokal, tetapi bagian dari peristiwa nasional yang terjadi pada 15 Januari 1949,” ujar Safni dalam amanatnya.

Ia menekankan bahwa peringatan Peristiwa Situjuh yang telah berusia 77 tahun hendaknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat semangat bela negara dan nasionalisme, khususnya bagi generasi muda.

“Peristiwa Situjuh merupakan mata rantai dari rangkaian perjuangan besar, termasuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatra Tengah. Ini adalah masa yang sangat berat dan pahit dalam sejarah bangsa, termasuk peristiwa penyerangan di Koto Tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga  Babak Pertama, PSPS Pekanbaru Tertinggal 1-0 atas Sumsel United

Diketahui, Peristiwa Situjuh pada 15 Januari 1949 menjadi salah satu catatan penting perjuangan rakyat Kabupaten Lima Puluh Kota dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Puncak peringatan Peristiwa Situjuh ke-77 tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.”

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara resmi, dilanjutkan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para pahlawan serta pejuang yang gugur dalam Peristiwa Situjuh.