Pekanbaru

ABK KM Makmur Jaya 89 di Perairan Bengkalis Ditemukan Meninggal

×

ABK KM Makmur Jaya 89 di Perairan Bengkalis Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan seorang anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89 yang dilaporkan terjatuh ke laut di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (7/1/2026).

Pencarian yang melibatkan tim gabungan tersebut telah berlangsuang tiga hari pencarian dan korban ditemukan sekitar 3 mil laut dari lokasi kejadian awal.

Korban diketahui bernama Rapat (38), laki-laki, warga Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal pada Minggu (4/1/2026) siang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban ditemukan pada hari ketiga operasi SAR atau H3, setelah tim melakukan penyisiran di area perluasan sesuai rencana operasi.

“Korban berhasil ditemukan pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 15.00 WIB, dalam kondisi meninggal dunia sekitar 3 nautical mile dari lokasi kejadian perkiraan (LKP). Selanjutnya korban dievakuasi ke pulau terdekat, yakni Desa Teluk Lancar,” ujar Budi Cahyadi dalam keterangannya.

Baca Juga  Persik Kediri vs Persis Solo, Panpel Siapkan 5.000 Tiket di Stadion Brawijaya

Kronologi Kejadian.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan pada Senin (5/1/2026) pukul 13.50 WIB oleh Muslim, rekan korban yang juga ABK KM Makmur Jaya 89.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 11.55 WIB.

Saat itu, korban dan saksi terbangun dari tidur. Korban sempat meminta tepung untuk memasak. Saksi kemudian pergi mencari bahan tersebut, namun saat kembali ke kabin, korban sudah tidak berada di tempat.

Upaya pencarian oleh lima orang ABK di seluruh bagian kapal tidak membuahkan hasil, sehingga korban diduga terjatuh ke laut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada Senin sore. Pencarian dilakukan dengan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) di sekitar titik koordinat 1°30’46″N 102°41’46″E.

Baca Juga  Anak Gajah Sumatra Kembali Dilaporkan Mati, Gajah Konservasi Sebanga Kian Menipis

Pencarian hari pertama dan kedua belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan kemudian memperluas area pencarian hingga hari ketiga dengan mempertimbangkan arus dan kondisi cuaca di perairan Bengkalis.

“Selama operasi, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca dan gangguan komunikasi. Namun berkat kerja sama seluruh unsur SAR dan dukungan masyarakat setempat, korban akhirnya berhasil ditemukan,” jelas Budi Cahyadi.

Setelah dievakuasi, korban tiba di Desa Teluk Lancar sekitar pukul 23.30 WIB dan selanjutnya diserahkan kepada aparat desa untuk kemudian dijemput pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup pada Rabu malam pukul 23.50 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke instansi masing-masing.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” pungkas Budi Cahyadi. (*)