Pekanbaru

Pray for Sumatera: Koreografi Haru Curva Nord PSPS Viral di Media Sosial

×

Pray for Sumatera: Koreografi Haru Curva Nord PSPS Viral di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Aksi solidaritas yang menyentuh ditunjukkan suporter PSPS Pekanbaru, Curva Nord di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru.

Hal itu saat laga kontra Persikad Depok pada lanjutan Liga Championship 2025/2026 di Sabtu (27/12/2025) malam.

Di tengah atmosfer pertandingan, ribuan suporter setia Askar Bertuah secara kompak mengangkat kertas berwarna merah dan putih hingga membentuk bendera Merah Putih berukuran raksasa yang membentang di tribun stadion.

Aksi tersebut langsung menyedot perhatian publik dan menghadirkan suasana haru di dalam stadion.

Tak hanya itu, di bagian depan tribun tampak sebuah koreografi bergambar jumbo yang menggambarkan sosok seorang ibu mengenakan atribut PSPS Pekanbaru tengah memeluk anak-anaknya yang mengenakan kostum PSMS Medan, Semen Padang FC, dan Persiraja Banda Aceh.

Baca Juga  Harga TBS Plasma Riau Turun, Umur 9 Tahun Merosot Paling Tajam

Ilustrasi tersebut sarat makna persaudaraan dan solidaritas antarsuporter di Pulau Sumatera.

“Mantap, luar biasa idenya,” kata Rony salah satu penonton malam itu.

Aksi koreografi itu merupakan bentuk kepedulian Curva Nord terhadap bencana alam yang baru-baru ini melanda sejumlah daerah di Sumatera, di antaranya Aceh, Medan, dan Sumatera Barat.

Momen tersebut kemudian viral di media sosial Instagram.

Dalam unggahan yang beredar, tampak koreografi megah itu disertai narasi “Pray for Sumatera. Sepak bola menyatukan kita dan lekas pulih negeriku.” Unggahan tersebut menuai banyak apresiasi dari warganet.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan Nasional di Pekanbaru, Jajaran Polsek Rumbai Barat Sambangi Kebun Warga 

Meski laga berlangsung penuh drama dan atmosfer stadion begitu hidup, PSPS Pekanbaru harus mengakui keunggulan tamunya, Persikad Depok, dengan skor 2-3.

Aksi Curva Nord ini kembali menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar tentang kemenangan atau kekalahan, tetapi juga menjadi ruang persatuan, empati, dan kepedulian sosial.