Berita

Kemenkes Ungkap Pemalakan di Balik Kematian Dokter Aulia Risma Lestari

×

Kemenkes Ungkap Pemalakan di Balik Kematian Dokter Aulia Risma Lestari

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengungkap adanya dugaan pemalakan yang menjadi salah satu faktor dalam kasus perundungan yang berujung pada kematian dokter Aulia Risma Lestari, seorang mahasiswi PPDS anestesi di Universitas Diponegoro (Undip).

Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, mengungkapkan bahwa temuan tersebut muncul dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Kemenkes.

“Permintaan uang ini berkisar antara Rp20 hingga Rp40 juta per bulan,” ujar Syahril dalam pernyataannya pada Minggu (1/9).

Syahril menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi, permintaan tersebut sudah berlangsung sejak dokter Aulia masih berada di semester pertama pendidikannya, yakni sekitar Juli hingga November 2022.

Pungutan tersebut dinilai sangat memberatkan bagi dokter 55gAulia dan keluarganya, sehingga diduga menjadi salah satu pemicu tekanan yang dialaminya dalam proses pembelajaran.

Baca Juga  Mantan Bupati Solok Gusmal Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

Tekanan ini semakin terasa berat karena Aulia tidak menyangka adanya pungutan dengan jumlah sebesar itu.

Syahril menambahkan bahwa saat ini investigasi terkait dugaan perundungan tersebut masih berlangsung, dengan Kemenkes bekerja sama dengan pihak kepolisian.

“Bukti dan kesaksian mengenai permintaan uang di luar biaya pendidikan ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut,” tambahnya.

Sebagai respons atas kasus kematian dokter Aulia, Kemenkes sebelumnya telah menghentikan sementara program studi anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang berlokasi di RSUP Dr Kariadi Semarang.

Instruksi penghentian program studi anestesi FK Undip ini diberikan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Azhar Jaya, melalui surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Utama RSUP Dr Kariadi.

Sementara itu, hasil visum dari Polrestabes Semarang menunjukkan bahwa korban Aulia menyuntikkan obat penenang ke tubuhnya, dan dinyatakan meninggal akibat overdosis obat Roculax, jenis obat anestesi yang digunakan sebagai peregang otot saat operasi.

Baca Juga  Cinta Indonesia, Ribuan Bikers Honda PCX Konvoi Simpatik Rayakan HUT RI ke-81

Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan buku catatan harian milik Aulia yang menggambarkan berbagai kesulitan yang dihadapinya selama menjalani pendidikan kedokteran, termasuk adanya catatan mengenai perlakuan dari senior-seniornya.

Meski demikian, polisi belum menemukan bukti yang secara langsung mengarah pada perundungan.

Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, menyatakan bahwa pihak universitas akan memberikan sanksi kepada pelaku perundungan yang diduga terlibat dalam program PPDS anestesi di RSUP Dr Kariadi.

Namun, Suharnomo juga menegaskan bahwa hingga saat ini hasil investigasi internal tidak menemukan indikasi perundungan yang menjadi penyebab dugaan bunuh diri tersebut. (*)