Berita

Bencana Sumbar, Kerugian PDAM Padang Rp32 Miliar untuk Pemulihan Tiga Bulan

×

Bencana Sumbar, Kerugian PDAM Padang Rp32 Miliar untuk Pemulihan Tiga Bulan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi air keran dari PDAM. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang menghadapi kerugian fantastis usai bencana di Sumatera Barat (Sumbar), diperkirakan mencapai Rp32 miliar, akibat kerusakan masif pada infrastruktur mereka yang dihantam banjir bandang pekan lalu.

Hampir seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berlokasi dekat hulu sungai dilaporkan mengalami kerusakan parah, mencapai 99 persen.

Direktur Utama PDAM Kota Padang, Hendra Pebrizal menyebutkan bahwa kerusakan terparah menimpa sejumlah intake vital, termasuk Intake Palukahan Lubukminturun (kapasitas 300 liter/detik), Intake Guo Kuranji (80 liter/detik), Intake Paraku (200 liter/detik), dan Intake Jawa Gadut (160 liter/detik).

Intake Kampuang Olo Nanggalo (500 liter/detik) yang berada di pusat kota juga tak luput dari kerusakan.

Baca Juga  ART Rumah Dinas Bupati Dharmasraya Ngaku Jadi Korban Pelecehan Seksual

“Untuk itu kami minta dukungan semua pihak seperti pemerintah pusat, BUMN, PU, Dirjen Sumber Daya Air, Dirjen Cipta Karya, swasta, untuk membantu pemulihan, karena ini kebutuhan dasar masyarakat,” harap Hendra saat meninjau IPA Guo, Minggu (30/11).

Strategi Subsidi Silang dan All Out Pembersihan

Perumda AM Padang kini menerapkan strategi subsidi silang, mengalihkan pasokan air dari IPA yang hanya rusak ringan (Intake Sikayan, Ulu Gadut, Lubuk Minturun, Paraku, dan Bungus yang mulai pulih) untuk pelanggan di area yang IPA-nya rusak parah.

Meski demikian, pemulihan total seluruh IPA diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan, karena perusahaan harus membangun kembali infrastruktur yang rusak.

Baca Juga  Arus Balik Lebaran 2026, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kelok Sembilan

“Karena kita akan membangun kembali infrastruktur yang rusak,” ucap Hendra.

Perumda AM mengerahkan seluruh sumber daya manusianya, termasuk karyawan kantor, untuk terjun langsung ke lapangan. Seluruh staf dikerahkan pada Senin (1/12) untuk membersihkan Intake Kampung Olo dari sisa lumpur.

“Seluruh karyawan/karyawati Perumda Air Minum Kota Padang tak boleh manja. Mari bersama melakukan perbaikan untuk pelayanan kepada pelanggan dan seluruh warga Padang,” ajaknya kepada jajarannya.

Namun, pasokan air bersih masih menjadi masalah bagi sebagian warga. Roni, warga Kompleks Kamela Permai Lubukbuaya, melaporkan air PDAM di rumahnya belum mengalir hingga Senin. Ia beruntung memiliki sumur bor sebagai sumber air alternatif. (*)