INGATLAH.COM – Jumlah korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat terus bertambah.
Hingga Kamis siang pukul 13.05 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat mencatat sembilan korban meninggal dunia.
“Hingga siang ini tercatat sembilan orang meninggal di beberapa titik,” ujar Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, dikutip dari Antara, Kamis.
Rinciannya, satu korban ditemukan di Kabupaten Pasaman Barat, tiga korban di Kabupaten Agam, dan lima lainnya di Kota Padang.
Berdasarkan laporan lapangan dan kondisi terkini, BPBD memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah, mengingat proses pencarian masih berlangsung.
“Dari catatan kami, angka ini ada kecenderungan bertambah walaupun kita berharap tidak ada lagi korban,” kata Ilham.
Menurutnya, tim gabungan yang terdiri dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, Basarnas Padang, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat terus melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.
Hingga kini, jumlah pasti korban hilang belum dapat dipastikan.
“Untuk data pasti orang yang hilang kita belum dapatkan. Tapi khusus di Kota Padang sudah ada lima yang meninggal dunia dan beberapa lagi masih kita cari,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi hingga 29 November 2025.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa peringatan tersebut berkaitan dengan keberadaan bibit siklon tropis 95B yang terdeteksi sejak 21 November 2025 di Selat Malaka bagian timur perairan Aceh.
Fenomena ini memicu pertemuan arus angin serta didukung Indeks Dipole Mode (IOD) negatif yang memperbesar suplai uap air dan meningkatkan kelabilan atmosfer di wilayah Sumbar.





