Berita

Jamin Integritas Pemilu, Bawaslu Sumbar Perkuat Rekapitulasi Data Pemilih Akurat

×

Jamin Integritas Pemilu, Bawaslu Sumbar Perkuat Rekapitulasi Data Pemilih Akurat

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Koordinasi Rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Semester II Tahun 2025.

Pertemuan ini berlangsung di Ruang Sidang Bawaslu Sumbar, Jalan Pramuka No. 11 Padang, Selasa (25/11).

Acara penting ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Polda Sumatera Barat, Kodim 0312/Padang (Kodaeral II Padang), BPS Sumbar, Disdukcapil Sumbar, Dinas Pendidikan Sumbar, serta anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

Kabag Pengawasan Bawaslu Sumbar, Fadhlul Hanif, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah amanah undang-undang.

Baca Juga  Satpol PP Padang Intensifkan Sosialisasi Perda Ketertiban Umum

“Bawaslu diberi amanah untuk memastikan semua berjalan sesuai mekanisme yang mengaturnya,” ujar Fadhlul, merujuk pada ketentuan UU Pemilu No. 7 Tahun 2017 tentang pengawasan Pemutakhiran Berkelanjutan yang dilakukan oleh KPU.

Data Pemilih Kunci Kualitas Demokrasi

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sumbar, Muhammad Khadafi, menjelaskan bahwa koordinasi ini sangat vital untuk memperkuat sinergi.

Tujuannya adalah memastikan kualitas data pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemutakhiran daftar pemilih merupakan pekerjaan berkelanjutan yang tidak boleh dipandang sebagai rutinitas semata. Kualitas data pemilih sangat menentukan kualitas tahapan pemilu maupun pilkada selanjutnya,” tegas Khadafi.

Baca Juga  15 Anggota Ormas Ditangkap Usai Serang Sonic Car Wash, Kerugian Capai Rp500 Juta

Melalui forum ini, Bawaslu berusaha mengidentifikasi potensi permasalahan di lapangan. Sesi rapat mencakup penyampaian hasil pengawasan dengan metode uji petik, serta diskusi mendalam mengenai pemadanan data kependudukan, pemilih baru, dan pemilih yang tidak memenuhi syarat.

“Oleh karena itu, koordinasi seperti ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi, menyampaikan kendala dan menyusun strategi bersama,” tutup Khadafi, berharap upaya kolaboratif ini akan menghasilkan kesepahaman yang kuat demi mendukung efektivitas pelaksanaan tugas lembaga. (*)