INGATLAH – Kota Padang dilanda banjir parah setelah diguyur hujan lebat non-stop sejak Senin (24/11) malam hingga Selasa pagi nyaris membuat Tempat Pemakamam Umum (TPU) Tunggul Hitam terendam.
Dampak paling memprihatinkan terlihat di TPU Tunggul Hitam yang nyaris sepenuhnya terendam, menyerupai lautan lumpur. Bencana ini dipicu oleh luapan masif dari aliran sungai Batang Kuranji.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, ketinggian air yang menggenangi area pemakaman mencapai antara 50 hingga 100 sentimeter.
Kondisi yang mengejutkan adalah beberapa makam dilaporkan hilang dari pandangan karena tertutup air.
Bahkan, terdapat laporan mengenai peti jenazah yang turut hanyut terseret derasnya arus luapan sungai.
Seorang warga setempat, Randi (30), menyebut derasnya aliran dari hulu sungai sebagai penyebab utama luapan ekstrem.
“Iya, kuburan dipenuhi air. Kemungkinan naik air dari dini hari tadi,” tutur Randi, menggambarkan intensitas hujan yang tinggi sejak malam sebelumnya.
Warga Pinggiran Sungai Dilanda Kecemasan
Kekhawatiran yang sama melanda warga di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, yang bermukim di sekitar aliran Batang Kuranji. Marni (64) mengungkapkan kecemasan warga yang takut rumah mereka ikut terendam.
“Kami saat ini sedang was-was karena bisa jadi luapan air Batang Kuranji ini terdampak ke rumah kami. Sekarang barang-barang sudah dinaikkan. Sekarang saja air hampir masuk ke rumah,” kata Marni.
Selain merendam TPU, banjir juga melumpuhkan akses transportasi utama. Jalur dari Simpang Tunggulhitam menuju Dadok Tunggulhitam dan Siteba terendam air setinggi 30 hingga 50 sentimeter.
Akibatnya, jalur tersebut kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan bertubuh besar, memaksa pengemudi dialihkan sementara melalui jalan tepian sungai TPU Tunggul Hitam. (*)





