INGATLAH.COM – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus mendorong penguatan ketahanan keluarga untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Salah satu langkah nyatanya adalah melalui kegiatan “Pembekalan Penguatan Keluarga Rentan” yang digelar di Kabupaten Sijunjung pada Selasa (29/10) kemaren.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua P2TP2A Sumbar, Daslinur, dan diikuti 35 pasangan suami istri atau total 70 peserta.
Mereka merupakan pasangan muda dengan usia pernikahan antara satu hingga lima tahun yang tergolong dalam kategori keluarga rentan—baik secara ekonomi, sosial, maupun psikologis.
Ketua panitia kegiatan, Asri Suhetri, menjelaskan bahwa banyak kasus KDRT dipicu oleh emosi sesaat dan faktor eksternal seperti tekanan ekonomi, perbedaan pandangan, hingga persoalan gender.
“Pernikahan seharusnya menjadi wadah kasih sayang dan kedamaian. Islam dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan dalam keluarga,” ujar Asri, dikutip dari Topsatu.com, Kamis (30/10).
Asri menyebutkan, kegiatan ini menekankan empat tujuan utama, yaitu:
1. Membangun keluarga tangguh, sakinah, harmonis, dan bahagia.
2. Mendorong kesetaraan hak dan kewajiban antara suami dan istri.
3. Mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
4. Mengedukasi pasangan tentang manajemen konflik dan komunikasi sehat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan tiga angkatan yang didanai dari hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui P2TP2A Sumbar.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Pasaman Barat (14 Oktober) dan Padang/Padang Pariaman (23 Oktober).
Para peserta juga mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber berkompeten di bidang ketahanan keluarga, psikologi, dan perlindungan perempuan dan anak.
“Kami ingin memastikan keluarga muda di Sumbar bisa tumbuh kuat dan mampu mencegah potensi kekerasan sejak dini,” tambah Daslinur.





