INGATLAH.COM – Doni Suharianto (33 tahun) ditangkap polisi setelah membunuh seorang guru di Kebun Tandun, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
“Pelaku berhasil kami tangkap setelah melarikan diri,” kata Kabid Humas Polda Roau, Kombes Pol Anom Karbianto, Jumat (20/12/2024).
Awalnya, seorang guru bernama Heri Aprianus Saragih (30 tahun) ditemukan meninggal dengan kondisi luka bakar dan leher robek di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, pada Jumat (29/11/2024) lalu.
“Korban ditemukan pertama kali oleh seorang penjaga keamanan,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, Minggu (11/12) lalu.
Korban ditemukan pertama kali oleh saksi bernama Ali Azhari yang saat itu sedang patroli, dan melihat sepeda motor dari kejauhan, lalu mendekatinya.
“Saat diilihat oleh saksi, ia mendapati korban sudah tidak bernyawa di samping motor,” ujarnya.
Saat saksi mendekat, kondisi korban sangat mengenaskan, tubuhnya mengalami luka bakar dan robek di bagian leher.
“Ali kemudian menghubungi koordinator keamanan, Bombong (35), dan seorang rekan, Reza Zuhdi Afgani (28). Setelah memastikan kondisi korban, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas setempat,” ungkapnya.
Mendapat kabar tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.
“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban ditemukan dalam posisi terlentang di samping sepeda motornya, dengan luka robek di leher dan tubuh yang terbakar,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengetahui keberadaan pelaku di Jalan Lintas Gerbang Tol Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (15/12/2024) siang.
Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku kabur bersama istri dan anaknya selama tiga pekan dengan cara berpindah-pindah lokasi.
Polisi mengungkap bahwa aksi keji tersebut didasari sakit hati karena sering direndahkan oleh korban.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menjelaskan bahwa pelaku sakit hati terhadap korban, Heri Aprianus Saragih (30), yang kerap mengejek dan merendahkannya.
Pelaku kemudian merencanakan pembunuhan dengan matang.
“Ketika korban melintas di perkebunan sawit, pelaku menikam leher korban dari belakang, lalu menggoroknya hingga tewas. Tak berhenti di situ, pelaku juga mengambil uang tunai Rp1,3 juta dan ponsel milik korban,” ujarnya.
Pelaku lalu menyiram tubuh korban dengan bahan bakar yang diambil dari motor korban, kemudian membakarnya menggunakan korek api.
Setelah itu, Doni menyembunyikan pisau yang digunakan di dalam lumpur parit di areal perkebunan sawit dan membakar identitas korban untuk menghilangkan jejak.
Saat ini, pelaku sudah berada di Polsek Tapung Hulu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.(*)





