INGATLAH – Kasus penemuan bagian tubuh bayi yang diduga merupakan korban pembunuhan menggemparkan warga Bukittinggi.
Setelah penemuan pada Sabtu (25/10/2025), polisi berhasil menangkap seorang terduga pelaku yang mengarahkan petugas ke lokasi pembuangan sisa tubuh bayi, yakni ke dasar jurang Ngarai Sianok, Kabupaten Agam.
Kantor SAR Kelas A Padang pada Minggu (26/10/2025) melaporkan, Tim Rescuer Gabungan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi di dasar jurang yang memiliki kedalaman 50 meter tersebut.
Penemuan Mengerikan Memicu Penyelidikan Cepat
Menurut laporan kronologi, pada Sabtu, 25 Oktober 2025, sekitar Pukul 08.00 WIB, sejumlah warga yang melintas di lokasi menemukan bagian tubuh bayi dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian.
Petugas Inafis yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi temuan tersebut ke Rumah Sakit Ahmad Mukhtar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Gerak cepat tim Jatanras Polresta Bukittinggi membuahkan hasil. Penyelidikan mengarah pada seorang perempuan bernama Lerisa (21 tahun), warga Bukittinggi, yang kini berstatus terduga pelaku pembunuhan.
Dalam interogasi, pelaku mengakui bahwa bagian tubuh bayi lainnya telah dibuang ke dalam jurang Ngarai Sianok, yang dikenal memiliki medan sangat ekstrem.
Karena kesulitan medan, pihak kepolisian lantas meminta bantuan evakuasi kepada Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan).
Operasi SAR Ekstrem di Dasar Jurang
Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan (Pos SAR) 50 Kota, yang berada di bawah komando Kantor SAR Padang, segera berangkat menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) pada Sabtu malam pukul 22.38 WIB.
Operasi SAR sempat dihentikan sementara pada Pukul 01.00 WIB dini hari karena medan yang sangat ekstrem dan minimnya jarak pandang malam hari.
“Faktor penghambat utama adalah dalamnya dasar jurang dan visibility (jarak pandang) terbatas karena malam hari,” jelas laporan yang diterima awak media dari Kepala Kantor SAR Padang atau SAR Rescue Coordinator (SRC), Abdul Malik.
Pencarian dilanjutkan pada Minggu pagi, Pukul 07.30 WIB, dengan menerapkan teknik khusus High Angle Rescue Technique (HART) untuk menuruni jurang dan mencari potongan tubuh korban yang diidentifikasi berjenis kelamin bayi belum teridentifikasi jelas.
Total 43 personel dari berbagai unsur dikerahkan dalam Operasi SAR ini, POS SAR 50 Kota (7 Orang), Polres (10 Orang), BPBD (7 Orang), Potensi SAR 50 Kota (4 Orang) dan Masyarakat (15 Orang).
Pencarian didukung oleh peralatan Mountaineering khusus untuk evakuasi di tebing curam. Pada saat laporan dirilis, cuaca di lokasi berawan dengan kecepatan angin 8 knot.
Kasus dugaan pembunuhan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian, sementara Tim SAR terus berupaya maksimal untuk mengevakuasi sisa tubuh korban dari dasar Ngarai Sianok. (*)





