INGATLAH.COM – Pemerintah Kota Padang Panjang menjadi salah satu dari 40 daerah di Indonesia yang telah melaksanakan enam langkah konkret untuk menangani inflasi, sebagaimana diinstruksikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penjabat Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si, menyampaikan hal tersebut saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi melalui Zoom Meeting bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, pada Senin (23/12/2024).
“Kami telah menjalankan semua arahan Mendagri, termasuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk memantau harga pangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sidak ini dilakukan bersama Forkopimda dan jajaran lainnya untuk memastikan harga tetap stabil,” ujar Sonny.
Sonny menjelaskan, sejumlah langkah konkret telah dilakukan, di antaranya operasi pasar murah, kerja sama dengan distributor untuk memastikan pasokan komoditas tetap lancar, gerakan menanam, serta merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan transportasi.
Namun, beberapa komoditas strategis seperti cabai hijau, cabai rawit, dan cabai merah mengalami kenaikan harga yang signifikan.
“Kenaikan ini disebabkan penurunan produksi akibat fenomena La Niña, yang meningkatkan curah hujan sehingga memengaruhi hasil panen petani cabai,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat, terutama selama libur Nataru.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year) di Padang Panjang pada November 2024 mengacu pada data Kota Bukittinggi, tercatat sebesar 1,27%, turun dari Oktober yang mencapai 1,78%.
Secara bulanan (month-to-month), inflasi November 2024 sebesar 0,06%, turun tipis dari Oktober yang sebesar 0,07%.
Untuk Indeks Perkembangan Harga (IPH), minggu ketiga Desember 2024 menunjukkan angka -0,13, mencerminkan fluktuasi harga yang rendah.
Komoditas seperti daging ayam ras (-0,303), cabai merah (-0,121), dan beras (-0,1033) menjadi penyumbang utama fluktuasi tersebut.
“IPH yang rendah ini menunjukkan harga kebutuhan pokok di Padang Panjang terkendali dengan baik,” tutup Sonny. (*)





